Posted by: Yoga PS | 11 August 2010

Teori Jendela Pecah

http://zickart.deviantart.com/art/Broken-Windows-97324469Apa hubungan antara Ahmadiyah dan jendela pecah? Banyak… Sangat banyak…. Bahkan sebuah jendela mampu menjelaskan mengapa Negara ini masih stagnan, mengapa masih banyak konflik kekerasan antar umat beragama, dan mengapa Jakarta masih macet.

Saya ingin Anda membayangkan sebuah rumah dengan jendela yang pecah. Anda sedang melewati rumah itu. Apa yang Anda pikirkan? Mayoritas dari kita berpikir bahwa tuan rumah adalah orang yang acuh tak acuh. Careless. Tak peduli. Kurang mampu.

Bahkan bisa saja Anda berpikir: jangan-jangan rumah itu kosong dan berhantu? Bisa-bisa Anda justru masuk kerumah itu untuk mengambil sesuatu…

Sebuah jendela bisa bercerita tentang semuanya. Jendela bisa menggambarkan pemilik rumah tersebut. Apa selera arsitekturnya: Klasik, mediterania, atau modern minimalis? Bagaimana kebersihannya: apakah banyak debu? Seberapa paranoid orang yang tinggal: Apakah menggunakan teralis berlapis?  Dialiri listrik?

Jendela yang pecah bisa menjelaskan mengapa DPR tetap membolos…

Broken Windows Theory

Broken window theory adalah teori yang dikembangkan James Q Wilson dan George Keilling. Intinya seperti ini: Jika jendela disebuah rumah pecah, maka tendensi untuk melakukan kejahatan akan lebih besar. Bisa pencurian, bahkan perampokan disertai pembunuhan.

Mengapa? Banyak jurnal menyebutnya snowball effect. Karena hal besar adalah akumulasi dari hal kecil. Ini ibarat terbiasa melakukan dosa kecil dan akhirnya berani melakukan dosa besar.

Jika seorang anak nakal yang tidak sengaja memecahkan jendela sebuah rumah dan melihat jika kaca itu tidak diperbaiki, mengapa tidak sekalian merusak pot, pagar, dan perabotan didalam rumah itu? Toh, pemilik rumah akan diam saja.

Tidak Kenal Toleransi

Walikota New York, Rudy Giuliani, menggunakan teori jendela pecah ini untuk menurunkan kriminalitas di kotanya. Bagaimana ceritanya?

New York pada tahun 60-an dan 70-an adalah salah satu kota terbejat. Kriminalitas sangat tinggi. Tercatat lebih dari 200.000 kasus pada 1965 dan meningkat jadi 650.000 kasus pada pertengahan 70-an. Dijalan-jalan sangat banyak kasus pencurian, pembunuhan,  sampai pemakaian obat2an terlarang. Kota juga kumuh. Penuh dengan graffiti, corat-coret, dan aksi vandalisme.

Lalu, George L Keiling dihire untuk menjadi konsultan kepolisian new york. NYPD. Apa yang ia lakukan? Sederhana: Menghapus grafiti di sepanjang jalur kereta bawah tanah dan taman-taman kota. Jika mereka mencoret-coret lagi? Langsung ditangkap dan grafitinya dihapus. Saat itu juga.

Zero tolerance. Tidak ada ampun untuk penjahat-penjahat kecil dan perusak fasilitas umum. Kebijakan ini ditempuh sejak tahun 1985. Dan pada decade 90-an, kejahatan di kota New York turun drastis. Mengapa ini bisa terjadi? Karena polisi kota New York segera memperbaiki jendela yang rusak dan menangkap perusak jendela!!!. (Steven Levitt dan Dubner dalam Freakonomics menganggap justru ABORSI berperan signifikan dalam penurunan kejahatan kota New York)

Jendela di Indonesia

Salah satu penyebab tidak jalannya penegakan hukum di Indonesia adalah kaca yang pecah tidak pernah diperbaiki!. Justru “penjaga jendela” senang jika kacanya pecah karena bisa kong-kalikong memeras si pemecah jendela. Si pemecah jendela yang melihat bahwa jendela bisa dipecahkan seenaknya, akan mengulangi perbuatannya dengan skala yang lebih besar.

Buktinya tersangka korupsi masih bisa menang pilkada. Buktinya “jendela” rekening mafia gendut dibiarkan saja. Buktinya pelaku penyerangan umat beragama lain masih bisa bebas. Buktinya sterilisasi jalur busway hanya angat-angat tai ayam. Buktinya sampai ada seorang Bapak jalan kaki dari Malang ke Jakarta hanya untuk curhat dengan patung gorilla!.

Kasus konflik penyerangan antar umat beragama tidak perlu terjadi jika penegak hukum berani menerapkan zero tolerance. Tanpa toleransi. Tangkap pelaku yang benar-benar terbukti melakukan tindak kekerasan.

Tentu saja umat tertentu masih gemar melakukan kekerasan karena polisi tidak merani bertindak tegas. Tidak berani menindak “pemecah jendela”. Saya jamin kasus ini akan terulang jika masih tidak ada tindakan hukum bagi mereka yang menyerang.

Hukum bukanlah macan kertas. Ia adalah alat control social yang harus keras dan tegas. DPR kita akan tetap terus membolos jika hanya dibiarkan dan tidak ada sanksi. Pembunuh, pencuri, penjudi, dan penzina akan membludak jika Tuhan tidak menciptakan neraka. Saya juga akan tetap memakai sandal jepit dan sarung ke kampus jika tidak diuber-uber satpam (Ampuunnn Pakkkk :p).

Semua kembali kepada kita. Mampukah kita menaati peraturan yang kita buat sendiri? Menjaga jendela rumah kita sendiri. Bertindak tegas terhadap orang yang berani merusak jendela kita, lalu segera memperbaikinya.

Jika tak ada hukuman, maka tak ada efek jera, maka tak ada kepercayaan pada hukum, maka perbuatan yang sama masih bisa diulang oleh orang yang berbeda…

Ini seperti memecah kaca jendela rumah kita sendiri.

About these ads

Responses

  1. segelas kopi untuk penulis jendela ini!

  2. hoo…
    iya gw pernah denger cerita menurunkan kejahatan dengan menghapus grafiti2 liar.

  3. pake susu ya

  4. yoi… uda banyak dibahas dibanyak buku hehehhee

  5. kaca yang pecah tidak di perbaiki, karena penghuni rumah masih sibuk berbenah untuk diri sendiri

    /lu2

  6. sibuk buat makanan buka puasa

  7. ya …. buka puasa karena terlalu banyak pengeluaran saat kampanye, jadinya begitu duduk di kursi empuk, hanya sibuk gendutin diri sendiri

  8. hehehehe

  9. suka sekali baca blogmu mas.

  10. gracias :)

  11. manatabbb…..

  12. Malcom Gladwell?

  13. apanya koq bawa2 Gladwell?

  14. wah baru baca ini… keren yaa.. teori jendela pecah. :D
    gimana kalo jendelanya pecah tapi nggak ketahuan siapa yang mecahin? Nah kan nggak bisa ditangkep si pemecah jendelanya.

  15. pasang CCTV donk


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 224 other followers

%d bloggers like this: