Posted by: Yoga PS | 26 August 2010

Puasa dan Pelajaran Investasi

Bagi Anda yang ingin menjadi investor handal, maka saya sarankan untuk berpuasa.

(Memangnya puasa bisa menjadikan kita sakti? Atau bisa dapat wangsit investasi lewat mimpi? Puasa bisa bikin orang kaya ya? Klo bisa kaya, mending kita ga usah ngepet donk tiap malem?)

Tentu saja tidak secara langsung. Tapi perintah berpuasa sebenarnya mengajarkan prinsip-prinsip mental berinvestasi. Puasa melatih sikap dasar yang sangat dibutuhkan seorang investor: kemampuan menunda dan kesabaran.

Petani dan Padi Instant

Alkisah, ada seorang petani yang baru saja memasuki masa tanam. Setelah beberapa minggu, padi yang ditanamnya mulai tumbuh. Dari semulai 5 cm, 10 cm, naik menjadi 20 cm. Pak tani sangat gembira. Hasil kerjanya tak sia-sia.

Lalu dia ingat, anaknya sebentar lagi masuk kuliah. Ia butuh uang. Padahal, panen masih dalam hitungan bulan. Tak kehilangan akal, Pak tani turun kesawah. Mencoba menarik padi yang ditanamnya sendiri.

“Semoga cepat tumbuh padiku” ujar pak tani saat menarik padi sedikit demi sedikit.

Nah, padi ini sudah bertambah tinggi. Pak tani puas sekali. Yakin panen yang sebentar lagi.

Untungnya ini Cuma cerita fiktif dari seorang cucu petani. Karena kita semua tahu. Ada hal-hal tertentu yang hanya bisa diajarkan oleh waktu. Peningkatan tinggi tanaman padi hanyalah pertumbuhan semu. Pseudo growth. Karena akarnya tercabut, maka padi itu rusak. Pak tani mengalami default (gagal panen).

Menunda

Seorang petani juga harus “berpuasa” jika ingin menanam padi. Karena untuk bertani, tidak hanya membutuhkan bibit, tanah, pupuk, dan tenaga. Bertani juga membutuhkan waktu. Seorang petani yang penasaran dan tidak sabaran, tidak mungkin menarik padinya sendiri yang baru ditanam pagi tadi. Pak tani harus belajar “menunda”.

Orang yang menunda kesenangan akan mendapatkan kesuksesan.

Penelitian dari Walter Mischel tentang marshmallow (sejenis makanan) menunjukkan bawah anak yang mampu menunda untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, cenderung lebih sukses. Penelitian oleh Universitas Yale ini berupa eksperimen dengan memberikan pilihan kepada seorang anak.

Mereka diperbolehkan untuk mengambil marshmallow sekarang. Tapi jika mereka bersedia menunggu, mereka akan mendapatkan jumlah yang lebih banyak. Setelah 14 tahun, anak-anak yang “menunda” ternyata memiliki skor akademis dan karir yang lebih tinggi daripada anak yang tidak mau menunda.

Demikian juga dengan puasa. Puasa, mengajarkan kita untuk menunda. Menundak kenikmatan saat ini untuk kenikmatan yang abadi.

Karena sesungguhnya return investasi adalah buah dari sikap menunda. Jika kita punya uang 1 juta, kita bisa saja menikmati uang itu saat itu juga. Bisa kita belikan baju, hape, dan menghabiskan malam di lokalisasi. Atau kita tunda kenikmatan itu. Kita belikan surat berharga/ditabung dan berharap mendapat hasil (gain) setelah jangka waktu tertentu (bisa dari bunga, bagi hasil, deviden, dsb).

(Tapi herannya, selama bulan ramadhan, koq konsumsi kita ga bisa ditunda ya???)

Sabar

Pelajaran mental investasi kedua dari puasa adalah: kesabaran. Puasa mengajarkan kita untuk tahan menghadapi godaan. Tetap keukeuh untuk berbuka hanya saat waktunya. Meski cuaca sangat panas, meski sangat lapar, meski sangat berat menjalani hari.

Demikian juga dengan investasi. Investor yang “berpuasa” akan “sabar” menghadapi gonjang ganjing pasar. Ia akan tetap “stay cool” meski berhembus isu-isu panas yang simpang siur. Ia sudah memiliki trading rules yang dipatuhinya. Tak asal ikut-ikutan. Membeli hanya diharga yang wajar. Melakukan cut loss jika memang perlu.

Investor yang berpuasa takkan panic saat harga asset turun. Ia sudah memiliki margin of safety yang jelas. Ia tak akan melikuidasi surat utang yang dimilikinya. Tak akan terburu-buru mencairkan depositonya.

“I think I wasn’t patient enough to wait for a clearly defined situation…” Ini adalah pesan “kesabaran” dari Michael Marcus, seorang investor yang sukses melipatgandakan kekayaannya menjadi 2500x, ketika menjelaskan penyebab kegagalannya diawal karir (saya baca dari Market Wizard; Interview with Top Traders karya Jack D Schwager:1989).

Kita adalah Investor

Tuhan telah mengeluarkan “prospectus” ramadhan. Sebuah instrument investasi dengan grade AAA yang tak mengenal default (gagal bayar).

Ramadhan adalah investasi dengan return sampai 700%. Setiap sedekah yang kita lakukan laksana pohon yang bercabang tujuh, lalu dari setiap cabang itu bercabang lagi 10 cabang.

Kebaikan dibalas kebaikan. Karena kita semua adalah investor. Kita berinvestasi pada kehidupan kita sendiri. Dan Tuhan adalah “emiten” yang tak pernah ingkar janji.

Selamat berinvestasi… eh… berpuasa hari ini🙂.


Responses

  1. oohh, jadi ini tulisan yang dibuat semalem -.-

  2. skrispsi bos… hehehhehehe


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: