Posted by: Yoga PS | 15 October 2010

60 Detik

Coba bayangkan, kita akan menghadiri sebuah rapat maha penting dalam hidup kita. Terletak di gedung tinggi dan megah. Materi presentasi sudah siap, tim sudah stand-by, penampilan kita sudah sangat trendy. Tiba-tiba klien masuk ke ruangan dan berkata:

“Maaf, saya harus pergi. Keluarga saya sakit. Jadi mengapa tidak Anda jelaskan saja di lift bersama saya saat turun?”

Elevator speech. Berbicara dengan elevator. Haha. Analogi cerita yang biasanya disampaikan dalam pelatihan marketing. Tentang menjual sesuatu dalam 60 detik. Hanya 60 detik? Ya, bahkan bisa kurang.

Dan kita bisa menerapkan prinsip 60 detik ini dibidang apa saja. Terutama memperbaiki cara kita berkomunikasi secara efektif.

Banyak Bacot

Pelatihan ini lahir karena banyak orang yang berbicara terlalu banyak. Coba perhatikan anggota dewan kita yang terhormat. Untuk ngomong A, mereka harus muter-muter ke B, C, D, E, baru putar balik ke A.  Mungkin anggota DPR terinspirasi hukum pareto tentang 20/80. Yaitu 80% ide ada di 20% perkataan.

Menurut Dahlan Iskan, dirut PLN, anggota parlemen Indonesia rata-rata berbicara 10-15 menit untuk menyampaikan sebuah ide (lebih banyak yang hanya berkomentar). Bandingkan dengan anggota parlemen Inggris, yang berdasarkan observasi langsung Dahlan, berbicara hanya 30 detik untuk menyampaikan sebuah ide!!!.

Jadi, bagaimana cara menerapkan prinsip 60 detik?

Cara gampangnya ya talk to the point. Langsung intinya. Tapi itu saran yang standar. Lebih dari itu, saya ingin membagikan tips merekontruksi alur pemikiran menjadi sebuah sintesa kalimat yang bisa dibaca dalam 60 detik.

Hukum Tiga Fakta

Ethan M. Rasiel dalam The McKinsey Way (buku yang sangat menarik dan mengajari kita cara berpikir ala lembaga konsultan no 1 dunia: McKinsey & Co) menjelaskan hukum tiga fakta.

Setiap konsultan McKinsey selalu dijari mengawali analisa kasus bisnis dengan menarik tiga fakta yang MECE (dibaca Me-See). Mutually exclusive, collectively exhaustive (saling eksklusif, lengkap secara kolektif). Tiga fakta yang kemudian menjadi pijakan awal hipotesis (dugaan). Tiga fakta ini menjadi pokok kunci permasalahan (key driver), yang bisa dikembangkan menjadi solusi yang komprehensif.

Faktanya: (1) Anda adalah pembaca yang tidak punya banyak waktu, (2) Anda belum tentu orang dunia bisnis, tapi (3) Kita tetap bisa menerapkan pola pikir ini untuk menganalisa berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari.

Saya ingin berkata: berbicaralah dimulai dengan fakta. Kalau bisa tiga. Ciptakan hipotesa. Lalu kembangkan analisa. Temukan permasalahan kunci 20/80. 20 yang menentukan 80. Pikirkan alternatif solusi kreatif. Tetap berpikir MECE, realistis, dan holistis. Sampaikan kesimpulan dengan penuh keyakinan dan semangat dalam kalimat yang singkat.

Jika kita mampu meringkas sebuah permasalahan rumit menjadi sebuah solusi yang terstruktur dan ringkas. Maka selamat, berarti kita menguasai masalah itu. Jika kita masih banyak bacot dan berbicara meluber kemana-mana, maka selamat, berarti kita harus terus berlatih.

Mari mencoba.

Lagipula, tulisan ini Anda baca dalam waktu 60 detik.

berbicara yang baik dan seperlunya, atau diam

*Sekarang saya memiliki jadwal tetap penerbitan tulisan. Setiap jumat malam antara Pukul 7-8. Tapi tidak berarti saya hanya ngepost seminggu sekali. Bisa saja seminggu 2,3,.. 100 tulisan, tapi sifatnya sporadis. Yang pasti insya Allah akan selalu terbit tulisan setiap jumat malam.

**Tulisan ini akan meledak dalam waktu 60 detik.


Responses

  1. Message from daddy: coba selesaikan skripzinya dlm 60 detik, ok!

  2. bagus kalau sudah diniatkan untuk terbit teratur. berarti skripsi sudah selesai bos ? atau dalam rangka menjaga semangat menulis skripsi ?

    alasan orang berbicara panjang lebar :
    – agar terkesan ahli
    -tidak memahami apa yang ingin disampaikan
    -ide sama dengan orang lain, tetapi tidak ingin terlihat mencontek. jadi casing ide pun perlu disesuaikan

  3. yo yo yo

  4. hahahha masih stagnan skripsi saya dihalaman 26.

    wah bener banget tuh alasannya. kadang2 cuma pake teori2 tinggi biar dikira ahli

  5. muantab brooooo……………


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: