Posted by: Yoga PS | 5 January 2011

Cerita Sederhana Tentang Laki-laki Tua yang Menghamili Ibu Saya

Tanggal 5 Januari adalah hari berkesan dikeluarga saya. Karena setiap tanggal lima diawal tahun, akan ada seorang anggota keluarga  yang bertambah usia. Orang yang beruntung itu adalah kepala keluarga rumah. Bapak saya, Soegiyo, berulang tahun. Hari ini.

Karena sekarang 2011 berarti umur Bapak 65 tahun. Masih muda kan? Eh serius, Bapak saya itu awet muda loh! Cuma rambutnya tambah putih, giginya tinggal dua. Hinggap dijendela. Burung bapak tua. Aduh. Sensor dah. Hahahah.

Apa pula arti umur tua? Nikita Khruschev memimpin Soviet diumur 67 tahun. Umur segitu Mac Milla memimpin Inggris. Franco masih jadi diktaktor umur 69. De Gaulle umur 71 tahun masih disegani. Gronchi memimpin Italy saat 74. Bahkan Konrad Adenauer diumur 86 masih memimpin tentara Jerman. Mao Zedong juga tua-tua masih demen berenang di sungai Yang Tse.

Lagipula, bukankah tergantung bagaimana seseorang menjalani hidup? ada orang yang mati tua diumur 40, dan ada orang yang hidup muda di umur 80.

Dan Bapak masih melakukan aktivitas seperti anak muda. Bangun pasti jam 4 pagi. Sholat subuh di masjid. Langsung buat kopi. Bersiap jalan2. Jam 6 pasti sudah on the way. Jalan kaki. Olahraga pagi. 3 kilometer lebih pasti dilewati. Tak lupa menggendong cucu pertamanya si Raffi.

Sambil jalan kaki, Bapak pasti ndengerin music. Bapak saya pecinta music. Terutama oldiest. Dia tipe orang auditorial. Lebih suka mendengar daripada melihat. Setiap pagi, pasti bapak stay tuned di Star FM. Karena ada sesi yang muter lagu2 lawas. Tembang tahun 50-60an. Mungkin karena itu saya ketularan. Tapi kalo saya lebih demen genre swing big band yang nge-trend tahun 20-30an. Kalau Anda liat music playlist di laptop saya, pasti Anda mikir: wah, ni laptop punya kakek-kakek ya. Hahaha.

Satu jam lagi Bapak kembali. Mandi dan bersiap-siap, jam 9 sudah nganter masakan ke warung (sejak pensiun, orang tua saya buka warung kecil-kecilan). Pulang. Istirahat. Nanti sore ke warung lagi sampe malam. Lho, Dulunya Bapak kerja apa?

Bapak pensiunan PNS. Dia setia menjadi pegawai negeri. 20 tahun lebih bo! Pekerjaan yang membuat kami sekeluarga pindah2 rumah diberbagai kota sampe lebih dari 10 kali. Saya sering berpikir: dosa apa sih Bapak sampe diusir-usir melulu. Untungnya sejak saya lahir Cuma pindah 3x. Kaya’nya sih males ngangkat saya pas pindahan. Berat sih. Hihihi.

Jadi ceritanya setelah kuliah 7 tahun di Jogja (hah, anaknya koq mau ikut2an?) dan jadi tukang insinyur tani sekitar tahun 76’ (bukan rokok gan), Bapak langsung ngelamar di Departemen Perkebunan. Setahun kemudian, dia dan wanita yang melahirkan saya (Ibu ya manggilnya?) dibuang ke Enrekang. Tahu nggga’ dimana tuh Enrekang? Yang pasti jauuuuuhhhh banget dari Paris dan London.

Ngeloni

Ada satu rahasia terbesar dalam hidup saya yang akan saya bocorkan kali ini: saya baru bisa tidur sendiri ketika SMP! Serius. Sebelumnya saya selalu minta dikeloni Bapak. Bayangkan sodara-sodara. Bonggol pisang segede saya kudu ditemenin pas tidur. Enggak tahu kenapa, enak aja. Mungkin karena saya anak bungsu yang paling bongsor kali ya. Jadi boleh juga disebut anak Manja. Mandi jarang. Hihi.

Setelah bisa tidur sendiri, setiap pagi Bapak pasti membangunkan saya. Menanyakan apakah sudah shubuhan atau belum. Lalu dia akan mencium pipi, dua kali. Mengelus rambut yang mulai gondrong. Menepuk2 badan yang ga pernah langsing. Dan memberikan pelukan kehangatan.

“Ayo bangun anak ganteng” (jangan salahkan saya jika narsis :P)

Bapak pasti mengingatkan apakah Pe-Er sudah dikerjakan. Apa peralatan sekolah sudah lengkap. Dan bapak selalu on time. Selalu well prepared. Jika jadwal jam 6, maka bapak sudah bersiap jam 5.30. kalo jadwal Pk.00.00 mungkin Bapak siap2 jam -00.30 kali ya? Hahaha. Tapi emang, Bapak saya adalah laki-laki yang sangat menghargai waktu. Sangat menghargai waktu!.

Kebiasaan yang sayangnya ga nurun sama sekali ke anaknya. Waktu sekolah, pelanggaran saya isinya Cuma terlambat. Terlambat masuk sekolah dan terlambat datang bulan (emang ga pernah dapet gituan. Bener kan!!!). Kalau sekarang kaya’nya terlambat lulus (*kabuuuurrr ah)…

Biar ga’ telat, saya suka nebeng mobil Bapak. Selain kalo naek angkot kudu bayar, kita juga harus disiksa dulu. Masa satu carry dimasukin 15 orang! Tapi syarat nebeng mobil bapak agak berat: kudu berangkat jam 6 teng. Karena bapak ngantornya di Surabaya. Sedangkan saya sekolahnya di neraka. Hahaha.

Biasanya di dalam mobil dan sambil sarapan (sok sibuk), Bapak pasti berceramah tentang pentingnya pendidikan.

“Bapak ga bisa ngasih apa-apa… Cuma modal pendidikan. Klo orang dikasi harta, pasti habis. Sedang orang dikasi ilmu, hartanya takkan habis. Bla bla bla gitu deh”

Mungkin karena pesan-pesan Bapaklah saya sangat mencintai pengetahuan. Rela belajar siang malam membanting tulang memeras keringat berdarah darah demi pendidikan. Makanya saya kuliah ga lulus-lulus. Hahaha. Sorry ya Pak!

(sumpah Pak, saya tidak menulis session ini untuk membela diri :p)

Bangga

Saat paling berkesan adalah ketika saya KKN (Kuliah Kerja ga’ Nyata) di Sulawesi Selatan. Sebelum back to Java, Saya sempatkan nggelandang mengelilingi separuh Sulsel. Sowan ke teman-teman lama Bapak. Dan ketika di Enrekang, saya flashback pergi kekampung dimana Bapak saya pertama kali “dibuang”. Setelah sholat jumat, saya lalu dikenalkan dengan para sesepuh desa.

“Wah, Anaknya Pak Gio?”

“Eh sini mi’, ada anaknya Pak Gio”

“Mukanya koq mirip pantat Pak Gio” (klo ini Cuma khayalan ngaco saya hahaha)

Orang-orang tua mengelilingi saya. Menggilir saya. Salamandanjanganberpikirpornodologan. Menanyakan kabar Bapak. Mereka adalah petani tua. Tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Bapak, yang dulu pernah bertugas disini. Memberikan penyuluhan, membagikan bibit unggul, mendistribusikan pupuk, mengajarkan ilmu pertanian modern.

Dimulailah cerita nostalgila. Memorabilia Bapak saya. Dari cerita-cerita sesepuh desa, saya akhirnya tahu: Bapak saya adalah orang baik! Mungkin Bapak saya tidak akan tercatat di ensiklopedia Britannica dan Encarta. Atau Wikipedia. Apalagi Wikileaks. Tapi sejak pertemuan dengan kawan2 lama Bapak, saya sadar: Melakukan kebaikan tidak membutuhkan pencatatan.

Memang benar kata Jakob Sumardjo: harga manusia terletak pada perbuatannya, pada apa yang dipikirkannya, dikatakannya, dan dilakukannya. Manusia yang berpikiran jernih, jujur, penuh kasih, tentu akan tampak dari apa yang dilakukannya. Kualitas manusia bukan ditentukan dari gelar akademis, rekening bank, dan jabatan dibelakang namanya.

Saya tidak bangga menjadi anak Ir. Soegiyo sebagai seorang pejabat pemerintahan. Tinggal dirumah dinas yang pindah-pindah melulu, memakai mobil kantor, dan fasilitas yang disediakan Negara. Saya lebih bangga menjadi anak Soegiyo seorang insinyur pertanian yang rela mengabdi dan ditugaskan ketempat terpencil. Hanya untuk mengajari petani cara menanam singkong dan hasil perkebunan.

Hari ini, Bapak berulangtahun. Maaf ya Pak, ga’ sempet pulang ikutan makan-makan di rumah. Maaf juga ga’ bisa ngasih kado dan belum bisa ngajak Bapak nonton langsung Piala Dunia. Hahaha.

Intinya, saya hanya bisa mengirimkan doa:

Viv Padre ad multos annos, ad summam senectutem! Semoga Bapak hidup panjang umur, mencapai umur tertua!


Responses

  1. hiks hiks hiks

  2. manteb gan, met ultah buat pak Gio..

  3. Selamat ulang tahun, Om Giorgio Armani B)

  4. hu hu hu

  5. yoi gan

  6. hahahha😀

  7. judulnya menbuat penasaran dan isinya hyaaaa selamat ulang tahun pak gio😀

    *tulisan ini lebih berharga dari kado karena tulisan ini pasti dari hari* hewhwhweww

  8. makasih bos

  9. Selamat Ulang Tahun untuk Bapaknya Mas🙂

    Capricornus memang selalu baik hati dan tidak sombong (sesama capricornus #eh)😀

  10. Salam untuk bapak, yoga. Tidak heran beliau panjang umur dengan kebiasaan sehatnya:-)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: