Posted by: Yoga PS | 10 January 2011

Bank Syariah dan Pemulihan Ekonomi pasca Erupsi Merapi

Erupsi gunung Merapi sempat melumpuhkan perekonomian 5 kecamatan di kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kecamatan itu adalah Cangkringan, Pakem, Ngemplak, Turi, dan Tempel. ISEI Yogyakarta mencatat kerugian hingga 5 Trilyun. Erupsi ini juga mempengaruhi mitra perbankan syariah yang ada di Yogyakarta.

“Ada tiga mitra kami yang terkena dampak erupsi Merapi” ungkap Yuni dari BRI Syariah Yogyakarta. Untuk itu, pihaknya akan mengacu pada peraturan Bank Indonesia yang dikeluarkan untuk merespon bencana alam yang terjadi.

“Nanti akan dicatat lancar selama 3 tahun” ujar bankir wanita ini dalam sambungan telponnya dengan Kompasiana.

Dalam Keputusan Gubernur Bank Indonesia nomor 12/80/Kep.GBI/2010 disebutkan beberapa kecamatan di kabupaten Magelang, Boyolali, Klaten, dan Sleman ditetapkan sebagai daerah yang memerlukan perlakuan khusus terhadap kredit bank.

Perlakuan khusus ini mengacu pada Peraturan Bank Indonesia (PBI) nomor 8/15/PBI/2006 tentang perlakukan khusus terhadap kredit bank bagi daerah-daerah tertentu yang terkena bencana alam di Indonesia. Dengan keputusan gubernur Bank Indonesia ini, semua kredit yang terdampak bencana akan dicatat sebagai kredit lancar.

“Untuk setiap kredit yang dikucurkan, bank wajib mencadangkan dana yang disebut PPA (Pembentukan Penyisihan Aktiva). Nilai PPA ini tergantung kualitas kredit itu sendiri. Ada lima (5) tingkatan kredit, dari lancar sampai macet. Dengan keputusan gubernur BI ini, semua kredit yang terdampak erupsi Merapi akan tercatat sebagai kredit lancar, sehingga bank tidak diwajibkan mencadangkan PPA yang tinggi” demikian penjelasan dari Usep Sukarna, kepala Kelompok Kajian Ekonomi Bank Indonesia DIY yang ditemui Kompasiana dikantornya.

Diharapkan, tanpa adanya PPA yang tinggi, bank dapat melakukan restrukturisasi kredit terhadap nasabahnya yang terdampak bencana erupsi Merapi.

“Untuk ketentuan teknisnya, diserahkan pada bank masing-masing” ungkap pria yang berbicara dengan logat Sunda yang kental.

Tetap Membantu

Tidak semua bank syariah mencatat kerusakan akibat erupsi Merapi. Bank Niaga Syariah yang ditemui Kompasiana mengaku tidak ada kerusakan berarti. “Alhamdulilah tidak ada mitra kami yang terkena erupsi Merapi”. Ungkap Dila, marketing Bank Niaga Syariah.

Hal senada diungkapkan Eka Haryadi, account manager Bank Muamalat Indonesia (BMI) cabang Yogyakarta. “Meskipun terdampak, tak ada korban, dan pembiayaan kami Alhamdulilah lancar”. Bahkan non performing financing (rasio kredit macet) BMI tercatat nol (0) persen.

Bahkan BMI Yogyakarta sudah membentuk Aksi Tanggap Muamalat (ATM) sejak 27 Oktober 2010. Berupa pemberian bantuan kesemua daerah terdampak erupsi. Total bantuan yang telah disalurkan sebesar 2 milyar rupiah. Bantuan itu sendiri terdiri dari tiga tahap: tanggap gawat darurat (emergency), rehabilitasi, dan pemulihan (recovery).

“Saat ini sedang masuk tahap recovery (pemulihan)”. Sambung Eka, yang menjadi koordinator Aksi Tanggap Muamalat untuk Merapi.

Program recovery yang telah dan sedang berjalan antara lain pembangunan tempat ibadah, pemberdayaan peternak ayam di Magelang dan Klaten, serta pelatihan pembuatan batako di Sleman. Diharapkan nanti akan tercipta KUM3, Komunitas Usaha Mikro Muamalat Berbasis Masjid, dimana Masjid menjadi sentra perekonomian masyarakat.

Bentuk program ini berupa pendampingan usaha. Dari 25 orang, ada 1 pendamping. Setiap orang akan diberi bantuan 2 juta, yang diharapkan dapat menjadi dana produktif mikro untuk menggerakkan roda perekonomian warga yang sempat terpuruk akibat bencana.

 

12946615241795962947

BI DIY

1294661570215611429

Eka Haryadi (wawancara di musholla kantor)

ditulis untuk grand final iB Blogger competition


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: