Posted by: Yoga PS | 25 March 2011

Sepak Bola dan Bursa Efek

Tulisan ini dimuat di kolom Oposan (opini bagi penulis luar) Tabloid BOLA no 2.174 tanggal 24 Maret 2011. Berisi ringkasan hasil skripsi saya tentang efek Piala Dunia terhadap IHSG.

Terima kasih banyak untuk Leo, oracle dalam finance, dan juga Riris, pythia ekonometri yang sabar ngajarin saya. Oh ya, tak lupa ama Prof Eduardus Tandelilin donk hehehe

 

13010450371260425499

beli edisi ini donk huehuee

Sepak Bola dan Bursa Efek

Oleh: Yoga PS

 

Jika Anda memiliki investasi saham di bursa Amerika Serikat, sebaiknya Anda berhati-hati selama penyelenggaraan Piala Dunia. Mengapa? Karena perkembangan harga saham Anda pasti akan turun selama berlangsungnya turnamen tersebut. Apakah mungkin sepak bola bisa sangat sakti hingga mempengaruhi prilaku investor dilantai bursa?

Kenyataannya demikian. Sepakbola bukan hanya urusan mengolah sikulit bundar dilapangan hijau. Juga bukan hanya olahraga permainan paling populer dimuka bumi. Sepak bola telah mempengaruhi sendi-sendi kehidupan kita sehari-hari. Bahkan investor bursa yang dikenal sebagai “manusia ekonomi” (homo economicus) bisa berubah menjadi “manusia sepakbola” (mungkin kita bisa menyebutnya: homo soccernicus!).

Sepak Bola dan Bursa

Ada banyak penelitian yang menunjukkan hubungan pertandingan sepak bola denga kinerja pasar (bursa saham). Salah satunya Penelitian dari Ashton et al. (2003) yang menunjukkan adanya hubungan antara performa tim nasional Inggris dengan perubahan index FTSE 100 (bursa saham Inggris). Studi yang dilakukan di Inggris dari tahun 1984 hingga 2002 itu menunjukkan setiap kemenangan tim nasional Inggris akan berpengaruh positif terhadap return indeks FTSE 100 sebesar 0,17% sementara setiap kekalahan memberikan return negatif sebesar -0,1289%.

Sedangkan penelitian dari Edman et al. (2007) yang menunjukkan bahwa kekalahan di fase eliminasi Piala Dunia membawa dampak turunnya return saham pada keesokan harinya sebesar -49 basis point. Penelitian ini membuktikan bahwa secara psikologis ada hubungan antara hasil pertandingan sepak bola dan mood investor. Bagaimana dengan efek kemenangan?

Penelitian yang dilakukan oleh Berument et al. (2006) menemukan efek dari tiga tim sepak bola Turki: Beşiktaş, Fenerbahçe dan Galatasaray terhadap prilaku bursa saham Turki. Ternyata, kemenangan Besiktas terhadap tim lain dari luar turki meningkatkan return bursa. Sedangkan efek yang sama tidak terjadi terhadap kedua tim lainnya.

Hasil menarik dari penelitian Berument dan Yucel (2005) menunjukkan adanya pengaruh kesuksesan tim sepak bola Fenerbahce terhadap performa produksi industri. Berument dan Yucel beranggapan bahwa kesuksesan tim sepak bla dapat mempengaruhi mood dan moral pekerja industri. Karena berdasarkan hasil penelitiannya, setiap kemenangan Fenerbahce di liga Eropa selalu diikuti oleh peningkatan output produksi industri sebesar 0,26%.

Tidak boleh dilupakan juga pengaruh penyelenggaraan Piala Dunia. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Kaplanski dan Levy (2010) di bursa saham Amerika Serikat, Piala Dunia membawa efek psikologis bagi para investor. Ditemukan kesimpulan bahwa saat pelaksanaan Piala Dunia return saham justru turun -2,58% dibandingkan return +1,21% pada hari normal diperiode yang sama. Sementara itu, penelitian yang dilakukan oleh Smith dan Krige (2010) menunjukkan adanya efek moderat kemenangan tim nasional Afrika Selatan terhadap penguatan indeks bursa.

Hal inilah yang membuat para “suhu” teori keuangan percaya jika event olahraga berdampak pada estimasi pribadi seorang investor yang mempengaruhi kepercayaannya terhadap investasi yang sedang dilakukan. Hasil event olahraga yang positif dianggap akan meningkatkan kepercayaan diri dan kemauan untuk melakukan investasi. Sementara kekalahan dipercaya akan mengurangi kepercayaan diri dan membuat investor untuk segan melakukan investasi.

Apakah Anda pernah merasakan “kegembiraan yang tak dapat dijelaskan dengan kata-kata” ketika tim kesayangan Anda baru saja meraih kemenangan tadi malam? Bukankah kita akan menjalani pagi hari dengan ceria?

Bursa Indonesia

Untuk kasus Indonesia, penulis melakukan penelitian skripsi tentang pengaruh Piala Dunia terhadap Bursa Efek Indonesia. Menggunakan data dari tahun 2002 hingga 2010 dan total lebih dari 12 model, didapatkan hasil negatif penyelenggaraan Piala Dunia. Artinya, setiap penyelenggaraan Piala Dunia, return bursa (IHSG) cenderung turun. Namun, hasil ini tidak didukung dengan nilai t yang signifikan. Sehingga tidak dapat ditarik kesimpulan jika Piala Dunia berpengaruh terhadap return IHSG Bursa Efek Indonesia.

Mengapa Piala Dunia tidak berpengaruh? Penjelasan paling masuk akalnya ya karena Indonesia tidak pernah lolos keputaran final Piala Dunia. Padahal menurut Boyle dan Water (2003), untuk menunjukkan dampak event olahraga, diperlukan “persatuan dan kesatuan” dalam mendukung satu tim tertentu. Semacam konsensus bersama diantara pelaku pasar.

Jika Piala Dunia tidak berpengaruh, bagaimana dengan dampak Piala AFF yang lalu? Anda boleh percaya boleh tidak, pasca kekalahan Firman Utina dkk, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru rebound dan menguat 18 basis point. Pada perdagangan Senin (27/12/2010), IHSG ditutup menguat 13,735 poin (0,38%) ke level 3.625,266.

Anehnya, pada hari itu, justru saham-saham grub Bakrie (BNBR, ENRG, BUMI, DEWA, ELTY, UNSP) mengalami koreksi (turun). Padahal return pasar secara keseluruhan menguat. Well, penulis tidak tahu apa yang ada dibenak investor.

***

Pesen sponsor: Jangan lupa doain saya lulus ujian sidang tanggal 29 Maret 2011


Responses

  1. wow, besok ya hari sidangnya! pasti lulus :D:D:D

  2. aminnn


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: