Posted by: Yoga PS | 9 September 2011

Tolstoy Farm

“If you can dream it, you can do it” [Walt Disney]

Tolstoy FarmHambatan terbesar manusia untuk mewujudkan mimpi adalah ketidakjelasan mimpi itu sendiri. Banyak dari kita menginginkan sesuatu yang kita sendiri tidak tahu. Contohnya banyak dari kita ingin sukses, sejahtera, dan menjadi manusia berguna. Tapi seperti apa konkretnya? Apa indikatornya? Seperti apa visualisasinya? Jika kita tidak bisa membayangkan, kita akan semakin sulit merealisasikan.

Memilih

Mewujudkan mimpi sebenarnya sebuah seni pemilihan keputusan. Karena hidup adalah pilihan. Tugas kita memilih hasil akhirnya, lalu merancang scenario pencapaiannya, bersabar menjalankannya, berkorban untuk mewujudkannya, dan menerima kenyataan ada kekuatan di atas sana yang lebih tahu apa yang terbaik bagi kita. Cukup jalani dan syukuri.

Masalahnya, kita terkadang bingung tentang apa yang sebenarnya kita inginkan dalam hidup. Contohnya saya sendiri. Sejak SMP, saya bercita-cita menjadi pengusaha. Untuk mewujudkannya saya membaca buku-buku bisnis, ikut student company, rela dianggap aneh karena masuk IPS padahal semua teman menganggap saya anak IPA, kuliah di fakultas ekonomi, nyoba2 bisnis serabutan, ikut program wirausaha, korban molor lulus kuliah, masih berhutang, dan sekarang masih aja bingung mau bisnis apa.

Pengusaha bidang apa? Dimana kantornya? Berapa assetnya? Siapa pegawainya? Apa produk/jasa unggulannya? Berapa harga sahamnya? Berapa profitnya? Hanyalah beberapa pertanyaan yang masih kelabu. Bahkan saya masih belum bisa menjawab pertanyaan 1 Milyar dollar.

Pertanyaan 1 Milyar Dollar

Untuk menemukan passion dan menggali mimpi, cukup ajukan pertanyaan 1 Milyar dollar.

  1. Jika Anda memiliki 1 Milyar dollar, apa yang akan Anda lakukan? Perusahaan apa yang akan Anda dirikan?
  2. Jika Anda memiliki 1 Milyar dollar yang tak pernah habis, apakah Anda masih rela bangun pagi keesokan hari untuk bekerja keras dan menjalankan perusahaan itu?

Pertanyaan cerdas guna menemukan something meaningful in our life. More than money… it’s about activity we do enjoy… A question that will stop us as a slave of paper called money…

Karena saya percaya bisnis tanpa passion adalah tumbuhan tanpa air. Kita takkan bisa mengharapkan pohon berbuah (profit) jika tidak memberikan air. Passion adalah nilai atau ideology yang mendasari lahirnya perusahaan. Landasan filosofis, aksiologis, dan epistemologis operasional sehari-hari. Pemahaman ini akan memaksa kita menemukan “core business” dan membuat kita terhindar menjadi pebisnis musiman. Berjualan payung dimusim hujan dan berjualan es krim di musim kemarau.

Seperti pesan de Porras dalam Built to Last (2006):

“Tidak ada individu atau organisasi, seperti yang kita pelajari di Built to Last, dapat “menciptakan atau menyusun” ideologi inti. Anda harus menemukan ideologi inti itu. Ideologi inti tidak akan diperoleh dengan melihat lingkungan eksternal, Anda harus mendapatkannya dengan melihat ke dalam.

Ideologi inti harus otentik. Anda tidak dapat memalsukan sebuah ideologi. Tidak juga “mengintelektualisasi-kannya”. Jangan bertanya, “Nilai inti apa yang seharusnya kita pegang?’ nilai2 dan tujuan2 inti harus dijalani dengan penuh gairah dan sungguh-sungguh, sebab kalau tidak, itu bukanlah nilai2 inti.”

Bertanya dan Menerima

Bagi yang kebingungan menentukan bisnis/karir idaman seperti saya, mungkin nasihat Luhde kepada Keenan bisa membantu. Saya ambilkan dari Perahu Kertas karya Dewi Lestari. Keenan yang blank tak bisa melukis karena mengalami mind block akhirnya tersadar: kosong adalah berisi.

“Setiap pelukis pasti memiliki jodohnya masing-masing. Kalau mereka mau bertekun sekaligus berserah, pasti mereka akan menemukannya. Jadi, Keenan jangan cepat putus asa. Kadang-kadang kanvas kosong juga bersuara. Tanpa kekosongan, siapa pun tidak akan bisa memulai sesuatu…

Sepertinya langit ini kosong. Tapi kita tahu, langit tidak pernah kosong. Ada banyak bintang. Bahkan tidak terhingga banyaknya. Keenan harus percaya itu. Langit ini Cuma tertutup awan. Kalau Keenan bisa menyibak awan-awan itu, Keenan akan menemukan banyak sekali bintang. Dan dari sekian banyak bintang, akan ada satu yang berjodoh dengan kita”

Pasti ada rezeki yang berjodoh dengan kita. Yang perlu kita lakukan hanyalah bertanya, meminta, berusaha, dan menerima. Bertanya kepada diri sendiri, meminta kepada Tuhan, melakukan semua usaha, dan mensyukuri apapun fakta yang ada. Dan akhirnya lewat pertapaan dan sholat istikharah akhirnya saya mendapat sedikit gambaran. Saya memiliki visi menjadi pengusaha dibidang agribisnis!.

Kenapa? Karena saya punya modal social. Pernah cuti kuliah dan menjadi peternak tahun 2009-2010. Keluarga besar laki-laki yang menghamili ibu saya (Bapak ya manggilnya? :p) juga petani. Prospek juga masih cerah asal bisa me-manage biaya dan diferensiasi produk. Lagipula, kita tidak mungkin memakan ternak virtual di Farm Ville kan?

Alasan terakhir dan utama: Karena agribisnis adalah bisnis yang dekat dengan Tuhan. Hati saya dipenuhi rasa takjub dan syukur ketika melihat makhluk hidup tumbuh dan berkembang. Denyut kehidupan yang dititipkan Tuhan. Entah mengapa, saya sangat mencintai hewan. Waktu kecil sempet kepingin jadi dokter hewan. Sekarang nggak jadi dokter, jadi hewannya aja gpp deh😛.

Namanya nanti: Tolstoy Farm. Seperti nama peternakan Mahatma Gandhi saat masih di Afrika Selatan. Kebetulan, saya pengagum Gandhi dan Leo Tolstoy. Di area Tolstoy Farm juga akan ada perpustakaan dan sekolah alam. Sarana pembelajaran yang terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar. Benar-benar peternakan yang humanis dan progresif. Lama2 bisa jadi partai neh. Haha.

Ketika kita bisa melihat hasil akhirnya. Kita bisa merancang rencana detail untuk mencapainya. Saya sudah memulai menulis action plan dan menjalankannya. Mohon doanya agar pada 2020 insya Allah bisa menjadi pengusaha agribisnis, penulis, dan investor sukses. Jikapun nanti ada perubahan, saya yakin Tuhan pasti memberikan yang terbaik. Kita hanya perlu berdoa, berusaha, bersyukur, dan bersabar.

Saya ingin menutup tulisan berbagi mimpi pribadi ini dengan pesan dari Steve Jobs yang sekarang sudah enggak punya job lagi J.

“Satu-satunya jalan untuk benar2 merasa puas adalah melakukan apa yang Anda yakini sebagai pekerjaan besar. Dan satu-satunya jalan untuk melakukan pekerjaan besar adalah dengan mencintai apa yang Anda lakukan. Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Hal ini benar untuk pekerjaan Anda seperti juga untuk kekasih Anda.

Seperti semua permasalahan hati, Anda akan mengetahui ketika menemukannya. Dan, seperti hubungan besar lainnya, semua akan menjadi semakin baik seiring bergulirnya waktu. Jadi, teruslah mencari sampai Anda menemukannya. Jangan berhenti!!!”

Karena dimana hatimu berada, disitu hartamu berada.


Responses

  1. Mangtabs! jadi inget buku ekonometri dodol😛 (sory mas😛 masih disorientasi nih :P)

  2. ayo ndang digarap le… oh ya, saya dah resign. ga nyaman jualan saham. hahaha

  3. ikut mendoakan….🙂
    nanti anakku boleh belajar di sekolah alam milikmu yo mas, gratis tapi.. :p

  4. pastinya bos🙂

  5. Tulisannya nusuk mas #pisau kali.
    Jadi bikin saya semakin bersemangat untuk jadi wirausaha suatu saat nanti.

  6. mulai sekarang aja bro! ngapaen nunggu2 nanti? Dimulai dari mindset dulu🙂

  7. […] sampai pensiun. Tapi sebagai backup, saya HARUS punya bisnis sampingan. Entah apa itu. Mungkin Tolstoy Farm. […]

  8. ckckck…udah pernah ada yg bilang belum sih..kalo tulisan2 agan itu racun ?
    tepat 2 minggu setelah sy ‘nyasar’ di blog ekonom gila, ketika itu sy cm ketik keyword ‘financial engineering’ lalu terjerumuslah sy dlm tulisan2 mas priyok, dan ketika dilanjutkan dengan ‘apa, mengapa dan kemana?’ nya blog itu..
    sy melongo…seharian gak bisa tidur gara2 tulisan itu. Bener2 ngalahin rasanya jatuh cinta (pret….)

    akhirnya sy ketik lg di google, kali ini dengan keyword ‘yoga ps’
    And..here I am
    semakin dibaca, makin racun ini tulisan2…makin gak bisa tidur ane (neplokin nyamuk)

    thanks ya kaka

  9. jgn lupa minum obatnya say🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: