Posted by: Yoga PS | 4 December 2011

Ramalan

osovo.com

Diantara teman sesama management trainee di kantor saya, ada yang punya “kekuatan khusus”. Dia bisa membaca garis tangan seseorang. Dan sejauh ini, boleh dikata 95% benar. Dia bisa menggali hal-hal tersembunyi dalam kehidupan pribadi. Anak2 yang sudah menjadi “pasiennya” juga mengakui. Bahkan hingga rahasia hidup yang paling dalam.

Nama panggilannya Aga. Tapi bukan berarti dia pria panggilan. Lulus summa cum laude dari teknik kimia ITB. Sama-sama fresh graduate juga. Ikutan Young Leader Indonesia-nya McKinsey. Sekarang lagi punya “hobby” jualan polis asuransi “always listening-always understanding” ke semua orang.

Anaknya so stylish. Setiap hari bajunya ganti (lha iya lah, masa dipake terus). Maksud saya, meski dengan baju yang sama, selalu ada kombinasi aksesoris dan setelan yang berbeda. Anda tidak akan menemukan dia menggunakan gaya yang sama seperti hari kemarin. Saking kreatifnya, dia pernah menggunakan ikat pinggang sebagai dasi. Atau dasi dipakai seperti syal. Ampun dah.

Tampangnya mirip Indra Herlambang. Jika Anda bingung urusan fashion, obrolan entertainment, cara dapetin branded item, atau segala hal tentang dunia sosialita, just ask his opinion. Dan sekarang kami sekelas pada mengantri untuk mendapat giliran dibaca garis tangannya.

“Gw ga ngerti, pokoknya waktu aku liat garis tangan tiba-tiba ada gambaran gitu.”

Kata si Aga waktu saya bertanya bagaimana cara dia meramal. Sejauh ini, semua “pasien” Aga mengaku jika ramalannya jitu.

“Stop, don’t say that part!”

Jerit Silvi ketika Aga ingin mengungkapkan sisi “bitchy” kehidupannya. Silvi juga jadi ga bisa tidur gara2 Aga bilang hidupnya bakal depresi di umur 40. Teman lain, Mbak Henny, yang hari Senin ini harus ujian tesis demi gelar MBA, juga kaget begitu Aga tahu jika dia punya masalah dengan sahabat karibnya. Pokoknya, he knows your insight lah.

Bagaimana dengan saya?

Karena teman-teman pada takut rahasia-nya kebongkar, banyak yang keder untuk diramal. Tapi saya malah penasaran. Akhirnya saya mencoba ramalan Aga, itung2 konsultasi hehehe. Apa katanya?

“Wow.. this is interesting. You will be famous. You will be respected person in the future”.

“Lo bakal jadi orang berpengaruh. Bukan dalam hal uang. Tapi you will do something huge. Ada hubungan dengan UI. Public Speaker. 20 tahun lagi banyak orang yang akan datang meminta pendapat lo. Bidang lo bukan di bisnis. Tapi speaking. Menulis. Lo bakal menulis buku yang berat. And itu bakal Best seller.”

(Perlu dicatat, Aga tidak tahu jika saya suka menulis. Saya tidak pernah cerita ke teman2. Kami belum pernah berhubungan via fb atau twitter. Jadi, dia belum pernah membaca tulisan saya.)

Butuh Pembuktian

Apalah artinya ramalan tanpa pembuktian. Dunia sudah dipenuhi ramalan. Dari Nostradamus hingga Jayabaya. Dan hampir semua ramalan mengandung bahasa yang ambigu. Multi tafsir. Rawan terhadap tipuan.

Dalam What The Dog Saw karya Malcolm Gladwell dijelaskan bahwa peramal seringkali menggunakan bahasa yang bersayap. Tidak bisa disalahkan, tapi juga belum tentu benar. Contohnya ketika Anda datang, ia berkata:

“Saya sudah tahu jika Anda akan datang…” (sebuah pembukaan psikologis yang menimbulkan kepercayaan Anda).

Atau jika Anda bertanya tentang jodoh, ia akan berkata:

“Jodoh Anda sebenarnya dekat, tapi tak menutup kemungkinan orang jauh yang baru Anda kenal” (ya iya lah…)

Ada teknik rumput, jembatan pelangi, tebakan berjenjang, dan banyak lagi yang bisa dipakai (saya lupa mencatat teknik-tekniknya). Deddy Corbuzier dalam Mantra juga menjelaskan teknik seni linguistic deception. Ada one side triangle, two side triangle, induksi-deduksi bawah sadar, benefit, ancaman pihak ketiga, informasi baru, anekdot, penghapus ajaib, perbandingan massa, great wording dan teknik-teknik body language yang bisa Anda pakai untuk berjualan hingga ngegombalin anak orang.

Bagaimana dengan ramalan ekonomi? Sama saja! Meski sudah menggunakan jutaan data canggih dan model ekonometri terkini, kita tetap tak bisa meramal masa depan dengan pasti. Ingat ramalan tentang Indonesia pada awal 90-an? Kita diramal akan menjadi the next Asian Tiger!!!

Anda tahu persamaan dan perbedaan peramal dan ekonom? Perbedaannya, seorang ekonom “meramal” menggunakan data statistik ekonometrik. Sedangkan peramal meramal berdasarkan intuisi dan kemampuan ghaib. Persamaannya? Ramalan mereka sering salah!

Mati bersama Emas

Dalam cerita China, disebutkan seorang pemuda yang hidup dengan keluarga kaya raya. Dia anak tunggal sehingga sangat disayang. Suatu hari, Ayahnya mengundang seorang peramal untuk membaca nasib sang anak. Setelah melakukan upacara, akhirnya sang peramal menyampaikan kabar gembira:

“Anak Anda akan mati bergelimang emas”.

Mendengar hal ini orang tua si anak merasa sangat senang. Tentu ramalan ini adalah sebuah pertanda jika sang anak akan hidup kaya raya hingga tua nanti. Tapi terkadang, ramalan baik membuat hidup Anda menjadi tidak baik. Demikian sebaliknya.

Mendengar ramalan ini sang anak hidup dimanja. Dia hidup bermalas2an. Tidak mau bersekolah. Tidak menuruti perkataan orang tua dan guru. Juga tidak mau belajar mengurus bisnis keluarganya.

“Untuk apa? Toh aku akan mati bergelimang emas” kilah sang Anak ketika menolak menjaga toko.

Waktu terus bergulir. Sang Ayah mulai tua. Sakit. Lalu meninggal. Sang Ibu yang juga tua tak mampu mengurus bisnis keluarga sendirian. Ia pun jatuh sakit lalu menyusul suaminya. Tinggallah sang anak yang hanya bisa menghambur-hamburkan harta orang tuanya. Bergaya hidup mewah dan boros.

Perlahan tapi pasti, bisnis keluarga itu merugi. Lalu bangkrut. Sang anak sampai menjual perabotan untuk bisa hidup. Akhirnya, sang anak yang sekarang sudah tua, hidup dalam kemiskinan. Dia merasa frustasi dan mulai menyalahkan sang peramal.

“Mana ramalan terkutuk itu!!! Harusnya aku mati dalam keadaan bergelimang emas!!! Bukan hidup miskin menderita seperti ini!!!”

Tidak kuat hidup sengsara, dikejar hutang kreditur, dan perasaan malu karena menjadi miskin, dia bertekat bunuh diri. Ia lari ke halaman belakang dan membentur-benturkan kepalanya ke dinding rumah. Semakin keras dan keras. Tembok mulai retak. Darah bercucuran. Dia mulai pusing. Tapi dia bertekat untuk mati.

Sampai akhirnya dalam benturan terakhir yang sangat keras, ia berhasil menjebol dinding dan tanpa disangka berjatuhan koin-koin emas. Rupanya tembok itu adalah brankas emas rahasia milik Ayahnya yang tak pernah ia ketahui. Sang anak lahir bergelimang emas. Dan seperti ramalan, dia mati bergelimang emas.

Kembali ke masalah ramalan, semua ramalan takkan menjadi kenyataan tanpa perbuatan. Peramal bukan Tuhan. Dengan kerja keras, berbuat baik, dan membantu sesama, semua ramalan buruk akan menjadi baik dan ramalan baik akan menjadi semakin baik lagi. Saya suka pendapat Farhan, anak UI yang paling anti diramal oleh si Aga:

“If you already knew your future, you had no future”


Responses

  1. Saya ada adik tingkat juga yang punya keahlian seperti Aga. Yang agak mengesalkan, dia kalau baru pertama ketemu orang, dia langsung bicara blak-blakan. Nyaris aja saya juga kena, langsung saya stop mulutnya dan bilang “jangan disampaikan disini ya Indra!…” (namanya Indra, angkatan 2009, tapi kelahiran tahun 1986 –> older than me but he call me “Kak”. :p).

    Wah wah..minta tanda tangannya duluan ah, nanti klo dah terkenal malah nggak kebagian tanda tangannya kak yoga lagiy.. wkwkwkwkk😀 =))

  2. wow bisa dibisnisin tuh jasanya si Indra. hehehe. Coba buka jasa konsultasi ngeramal.

  3. hahaha..byk yg bilang gitu ke dia, tapi katanya:
    “nggak mau menggiring orang jadi syirik”
    🙂

  4. Lah, apa hubungannya?

  5. mungkin dia nggak mau aja orang jadi tergantung pada ramalannya, ketimbang percaya sama Tuhan.😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: