Posted by: Yoga PS | 26 February 2012

[Curhat] Tulisan Untuk Tuhan

Sudah dua minggu saya tidak menulis catatan.

Alasan? Ada beberapa pastinya. Tentu pekerjaan paling mudah untuk dikambinghitamkan (aslinya males2an :p). Dua Minggu lalu saya harus menyelesaikan 120 slide presentasi final untuk program management trainee. Dan kebetulan, saya menjadi project leader.

Minggu lalu? Ada rekor travelling yang saya buat. Melakukan perjalanan 1000 km dalam satu hari. Pagi hari saya  ada acara di Yogyakarta, dan saat sore hari harus sudah kembali ke Jakarta. Tapi ternyata lebih capek kalau ngantor seperti biasanya deh hehehe. Toh Cuma 1 jam perjalanan. Dan Yogya masih bebas macet tentunya.

Minggu-minggu kedepan akan lebih berat. Entah karena alasan apa, Tuhan memberi saya ujian untuk menghandle dua brand “legendaris”. Dengan budget yang lumayan besar. Brand yang sudah ada sejak saya kecil dulu. Brand sejuta umat yang pasti dikenal seluruh orang di Indonesia. (Kalau saya sebutkan, situ pasti pernah make produk ini koq :p)

Sebenarnya saya ingin sekali menulis tentang pekerjaan. Ilmu-ilmu baru yang saya pelajari. Strategi yang sedang dikembangkan. Tantangan yang diberikan. Hambatan-hambatan. Dan sedikit cerita dibalik layar pembangunan sebuah brand. Pasti akan sangat menarik untuk menerima feedback ide-ide segar dari pembaca. Selain memperkaya bahasan tentang marketing tentunya. Tapi sayangnya prinsip confidential membuat saya harus tutup mulut.

Never write anything related to your project!.

Tujuan

Tapi alasan ketidakmampuan saya menulis 2 minggu ini pasti lebih dari itu. Apakah saya terkena writer block? Padahal write block sebenarnya tidak pernah ada. Jika kita terus bertanya, membaca, melihat sekitar kita, mendengar isu yang ada, dan terus menggali fakta dan cerita.

Menurut saya pribadi, kenapa saya mengalami kesulitan menulis adalah alasan menulis itu sendiri. Saya sudah melupakan tujuan mengapa saya harus menulis. Saya sudah lupa jika menulis itu untuk Tuhan, kebaikan kemanusiaan, dan kebahagiaan berbagi pengetahuan.

Saya terjebak pola pikir jika menulis itu untuk menunjukkan tulisan yang HARUS ilmiah dan berat. Penuh data dan kutipan dari tokoh ternama. Jika seperti itu pola pikirnya, maka menulis akan berubah fungsi hanya menjadi showing off knowledge. Bukan sharing of knowledge. Cenderung untuk gagah-gagahan. Pintar-pintaran. Memamerkan kecerdasan mengolah kata.

Padahal menulis itu berbagi. Dan berbagi itu membahagiakan. Dan saya bisa berbagi tentang apa saja. Entah pengetahuan yang saya ketahui, buku yang saya baca, film yang saya tonton, pengalaman yang saya alami, atau perjalanan yang saya lakukan.

Saya juga pernah menulis tentang masalah ini. Dan saya lupa. Kelemahan penulis (pemula) adalah:

 “…kurang percaya diri dan merasa tidak memiliki apa pun untuk dituangkan dalam bentuk tulisan.”

Curiosity

Alasan kedua adalah hilangnya curiosity. Rasa ingin tahu. Haus akan pengetahuan. Pertanyaan-pertanyaan bodoh tentang kehidupan. Saya mulai menjadi orang kantoran biasa. Menghabiskan waktu ditengah kemacetan, meeting, mengerjakan laporan, bertemu client dan media, serta melakukan business trip. Jika hal ini berlangsung selama 2 tahun, saya akan menjadi “ter-institusionalisasi”.

Seperti robot pekerja yang sangat ahli di bidangnya, tapi tak tahu apa-apa tentang dunia diluar sana. Hanya berkenalan dengan orang-orang di industry yang sama. Mengobrol soal pekerjaan yang sama. Dan menjalani hidup yang membosankan hingga masa tua.

Untungnya bos sekaligus mentor saya orangnya baik banget. Masih muda. Langsung diimpor dari India. Dia memulai karir di cabang Mumbai sebagai management trainee seperti saya saat ini, 6 tahun lalu. Sempat bertugas di Singapura, sebelum pindah ke China, dan akhirnya terdampar di Indonesia.

Dia tidak ingin saya menghabiskan waktu hanya mengerjakan paper work dan kegiatan operasional.

“So Yoga, you must spend on operational job (planning, budgeting, and reporting) only 25-50% of your time. You must have more time on strategic job. Learning about the brand, digging some consumer insight, meeting media owner, and learn all of the aspect from this business. You must keep learning. And keep asking. Be curious of everything”.

Be curious… itu kuncinya. Kita harus terus bertanya. Terus menggali hal-hal yang menarik keingintahuan. Kita harus “stay fool stay hungry”. Dan menulis adalah kegiatan yang harus saya lestarikan. Karena tertulis dalam firman Tuhan:

Nun,demi kalam dan apa yang mereka tulis.

Menurut Quraisy Shihab, dalam bahasa Arab pena dinamai qalam. Berasal dari kata qalama yang berarti memotong. Karena zaman dahulu, pena terbuat dari kayu yang dipotong serta diruncingkan ujungnya. Hanya dengan qalam, kita bisa memotong kebodohan. Dan membangun sebuah peradaban.

Sekali lagi, saya berdoa agar bisa menulis untuk Tuhan dan kebaikan kemanusiaan.


Responses

  1. Jadi orang yang beralasan mencari tantangan di tempat lain, bisa jadi dia sudah ter-institusionalisasi / tidak aktif mencari tahu lagi? Bagus tulisannya..

  2. brand u………… yah kk? hihihii😀

  3. Mungkin. Bisa juga karena karier nya stuck di tempat yang sama. Mending cabut kan🙂

    Mentor saya ngasih waktu maksimal 3-4 tahun. 1-2 tahun pertama belajar. Sisanya pengembangan diri. Klo stagnan mending cabut deh. hehehe

  4. Etisss… jgn sebut merkkkk😛

  5. berat amat tujuan idup lu ((=
    nulis itu seperti onani, seperti boker. lu onani buat ngecrut. boker demi buang sampah perut. ga usah njelimet mikir tujuan. cuma akan bikin excess baggage yg lu seret doang kemana-mana. ngeberat-beratin.

    dance like nobody watches, sing like nobody hears, and write like nobody reads. tuhan juga sebenernya ga peduli kok. jangan nuduh Dia yang nggak-nggak lah ((=

  6. kan berat badan gw emang berat😛

  7. diet dong!

  8. Diet-ung!

  9. turu wae lah, bo.

  10. yuk turu bareng

  11. telat, bo. wes tangi.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: