Posted by: Yoga PS | 5 August 2012

Tips Membeli TIket Kapal

Mudik telah tiba!!! Mudik telah tiba!!! Hore! Hore! Hore!

Ritual mudik lebaran 2012 sudah didepan mata. Sudah siapkah perjalanan mudik Anda? Mungkin bagi yang naik kendaraan pribadi tidak ada masalah. Siapin aja kesabaran ekstra menghadapi macet. Yang pake angkutan umum? Udah dapet belom tiket? Fakta menunjukkan jika rata-rata tiket pesawat dan kereta udah sold out.

Tapi tenang, masi ada odong-odong, becak, dan delman yang bisa dipake (sarana transportasi umum juga kan?). Statistik juga menunjukkan tingkat kecelakaan kendaraan bermotor saat mudik lebih tinggi dari tingkat kecelakaan odong-odong dan becak. Belum pernah kan baca berita kecelakaan di jalur pantura yang melibatkan odong-odong??? Berarti mode transportasi ini cukup aman.

Cukup ngaco-nya. Tahun ini saya pingin nyoba naik transporasi nenek moyang kita. Moda angkutan yang membuat bangsa kita disegani di dunia. Sampai ada lagunya: Nenek moyangku.. seorang pelaut… Apalagi kalau bukan, ya benar sekali sodara-sodara: Kapal Laut!

Kenapa kapal laut? Ada beberapa alasan. Pertama, saya ga kuat caffeine, jadi agak repot klo pake Kapal Api. Kedua, saya rajin menjaga kebersihan kaki, sehingga ga mungkin Kapalan. Ketiga, karena ternyata eh ternyata, Kapal Terbang itu disebut pesawat!!! (waktu kecil saya selalu bilang jika pesawat itu kapal terbang) hehehe.

Sebenarnya alasan utama adalah mencari variasi. Naek bus udah sering dan pasti langsing di jalan (kelamaan kena macet). Kereta udah keabisan. Pesawat? H-7 sebelum puasa saya udah pulang pake burung besi ini. Selain itu, di tanggal dan di harga yang saya inginkan uda sold out (ngomong aja ga punya duit!). Jadinya deh, pilihan jatuh ke kapal. Selain karena saya cinta laut, selama perjalanan di kapal kita bisa tidur-tiduran sepuasnya dan jalan-jalan muteri kapal. Mau berenang juga gampang, tinggal nyemplung dibawah. Hehehe.

Lantas, seperti inti tulisan ini, bagaimana sih cara mendapatkan tiket kapal?

Sebenarnya ada tiga cara. Pertama, beli langsung ke PELNI (pemegang monopoli dunia perkapalan Indonesia. Ibarat Avatar, jika Aang adalah pengendali angina maka PELNI adalah pengendali kapal). Cara kedua, beli di agen resmi (which is ada biaya administrasi). Dan ketiga, beli di calo atau “oknum” awak kapal. Cara keempat: ngerampok ato nyolong tiket orang.

Tempat beli tiket PELNI resmi

Saya ingin membagi pengalaman yang pertama. Cara kedua saya belom pernah. Cara ketiga pernah saya tempuh untuk “naik kelas”. Waktu KKN ke Sulawesi pas masih mahasiswa. Tiket resminya Cuma ekonomi, tapi setelah “cipika-cipiki” dan ngasih angpao 50 ribu, dapat deh ruangan kelas 3. Jelas lebih murah. Tapi tergantung kondisi (penuh tidaknya kapal), skill negoisasi, tampang memelas, dandanan mengenaskan, dan terutama: tergantung nasib.

Untuk membeli tiket di PELNI, ini saran saya:

  1. Telpon dulu call center PELNI di (021) 79180606 untuk mengetahui jadwal kapal. Kenapa? Karena jadwal kapal di website PELNI itu super duper membingungkan. Tidak ter-shorlist berdasarkan tanggal, dan juga ga ada gunanya. Kita ga bisa booking online seperti pesawat.
  2. Setelah itu, datang ke kantor perwakilan PELNI. Kalo di Jakarta, didaerah Kemayoran. Jalan Angkasa. Deket gedung Badan SAR Nasional kalo ga salah (lihat gambar).

    Google Maps, Jalan Angkasa Kemayoran

  3. Begitu dateng, Anda akan menemui kebingungan baru. Karena petugas tiket akan meminta kita melihat jadwal di papan busuk warna item yang agak susah dibaca. Itulah fungsi call center, kita akan dikasi tahu Nama kapal, tanggal, dan jam keberangkatan.

    Ngerti jadwalnya???

  4. Tinggal ke loket untuk beli tiket. Harus agak sabar. Penjaga loketnya kayaknya suka bercanda. Karena saya langsung disodori tiket ekonomi, dan pas mau yang kelas I, malah ditanya: “Emangnya kamu bisa beli?” Sumpah ngakak ngingetinnya. Jika beruntung ada promo, kita bisa mendapatkan tiket kelas I hanya 1/3 harga normal!!!.

    suasana loket tiket

  5. Datang pas tanggal keberangkatan
  6. Enjoy the sea😀

Overall, menggunakan jasa PELNI seperti kembali kesuasana tahun 80-an. Listing board manual, relasi keberangkatan menggunakan buku tua dengan kertas lusuh, dan ruang tunggu dengan bangku berkarat. Akan lebih baik lagi jika ada fasilitas online ticketing seperti pesawat dan kereta api (baru bisa loh!). Saya cuma membayangkan system pembeliannya aja masih jadul, apalagi kapalnya ya??? Nanti akan saya cerita-cerita lagi suasana kapal.

Mudik telah tiba!!! Mudik telah tiba!!! Hore! Hore! Hore!


Responses

  1. omyog pulang kapaaan? hehehe

  2. ntar kakak tanggal 17an. Napo se?

  3. Lihat Lambelu ingat masa suram waktu kecil😀
    Yog, sekalian jalan2 ke timur aja… hehe

  4. iya ntar klo ada waktu and biaya. pingin ke aceh atau papua😀

  5. Baru dari selltiket.com, untuk semua agen selain anda bisa menjual tiket pesawat, tiket kereta api dan tiket kapal laut sekarang anda juga dapat melakukan pembayaran : PLN, Pembelian pulsa, Pembayaran Telkom, pembayaran multifinance ADIRA, BAF, MAF, MEGA WOM.
    Gabung sekarang juga di http://agen.selltiket.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: