Posted by: Yoga PS | 23 September 2012

Harapan

migraine-ista.blogspot.com

Untuk memenangkan pemilu, ada resep sederhana yang selama ini berlaku. Jika Anda “juara bertahan” (incumbent), cukup jelaskan keberhasilan apa.yang telah dicapai. Sertakan data yang menantang (kalau perlu permainkan metodologi statistiknya), ditunjang dengan kekuatan media sebagai sarana propaganda.

Sedangkan Jika Anda adalah seorang penantang, kunci suksesnya juga sederhana: cukup kritik keadaan saat ini dan tawarkan perubahan. Tampilkan kegagalan penguasa saat ini. Ajukan pertanyaan retoris tentang penderitaan mereka, lalu berikan pil ekstasi: janji akan perubahan.

Siapa yang menang? Pemenangnya adalah mereka yang mampu mengelola harapan.

Harapan, itu kuncinya. Manusia bergerak sesuai harapan. Bahkan Tuhan akan mengikuti prasangka hambanya. Incumbent akan menang jika harapan warganya terpuaskan, sedangkan penantang akan menang jika ada harapan menuju perubahan.

Contoh klasiknya SBY yang mampu menang pemilu 2009 dalam satu putaran. Sewaktu kampanye, yang didengungkan adalah “keberhasilan” pemerintah dalam skala makro. Kemiskinan turun, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan pendapatan perkapita terus dijual dengan berbusa-busa. SBY beruntung, kala itu tidak ada figur penantang yang kuat. Ia pun mampu melanggengkan kekuasaan.

Berbeda dengan Foke, yang meski sudah menggembar-gemborkan keberhasilan pemprov DKI: program pendidikan dan kesehatan gratis, banjir kanal timur, dan “isu” pembangunan monorail, ia harus mengakui keunggulan penantang dari timur. Jokowi, yang dengan segala kesederhanaan dan ke-ndeso-annya, menawarkan jimat sakti: Jakarta baru. Dengan segala harapan perubahan didalamnya.

Harapan lah yang membuat 50% warga Jakarta lebih memilih dia. Dan hanya berkat harapan pula, sumber segala jenis kekuatan perubahan.

Dalam cerita Yunani dikisahkan Prometheus yang dengan lancang mencuri api surgawi untuk diberikan kepada umat manusia. Zeus, yang ingin menghukumnya, menyuruh Hephaestus untuk menciptakan wanita pertama dari tanah liat. Lahirlah Pandora yang dibekali sebuah kotak sebagai hukuman untuk manusia. Akhirnya, Pandora menikah dengan Epimetheus, saudara Prometheus, dan tanpa sengaja membuka kotak kutukan itu. Keluarlah seluruh bencana, penyakit, kejahatan, dan keburukan. Beruntung, masih ada satu makhluk ciptaan dewa yang mampu mengalahkan semuanya. Makhluk itu bernama harapan.

Apa tugas seorang pemimpin? Salah satu tugas pemimpin adalah melakukan perubahan. Dan perubahan takkan bisa tercapai tanpa adanya harapan. Tugas seorang pemimpinlah untuk membunuh keputus-asaan, skeptisme, dan ketakutan perubahan dengan terus menumbuhkan harapan-harapan baru.

Saat terjadi peperangan tahun 1860 melawan bangsa Habsburg dan Bourbon, Guiseppe Garibaldi, Jenderal legendaris Italia terkena lemparan batu. Ia mengubah rasa kesakitan menjadi harapan. Ia lalu berteriak bahwa pasukan musuh telah kehabisan amunisi, hingga harus menggunakan batu. Prajuritnya yang mendengar hal ini menjadi lebih berani menyerbu. Ada harapan baru yang lahir. Pertempuran jarak dekatpun berkecamuk. Dan Garibaldi mampu memenangkan pertempuran, setelah mampu memenangkan harapan.

Karena sesungguhnya manusia yang tidak memiliki harapan dalam hidup, berarti sudah tidak memiliki harapan hidup.


Responses

  1. nyatet:
    Karena sesungguhnya manusia yang tidak memiliki harapan dalam hidup, berarti sudah tidak memiliki harapan hidup.

  2. nyatet pake apa?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: