Posted by: Yoga PS | 30 September 2012

Kutakatik, Da Vinci, dan Proses Kelahiran Jetski

Punya banyak barang bekas dirumah? Bingung diapain? Mau ngelatih kreativitas sambil mengubah sampah menjadi “emas”?

Kalau jawaban-nya Iya bisa coba datang deh ke Kutakatik art class yang ada di daerah Pondok Indah (belakang PIM 2). Di sebuah rumah berlantai 3 yang lantai atasnya sudah disulap menjadi arena kreasi barang-barang bekas.

Kutakatik adalah kreasi dua orang wanita yang pada awalnya hobi desain tapi juga peduli pada pendidikan. Tante Raya dan Kyra (secara mereka lebih tua dari saia :p) memulai Kutakatik ini sekitar 4 tahun lalu. Motivasinya? Selain menyalurkan hobi seni, juga sebagai sarana edukasi. Tuh kan ga Cuma air seni doank yang harus disalurkan hehehe.

Disini kita bisa belajar membuat berbagai kreasi dari barang bekas. Mulai dari robot-robotan dari kardus bekas, celengen keren dari kaleng, kamera mainan dari karton, sampai seni instalasi kontemporer dan masih banyak lagi. Kalo muka bekas gimana kakak? Oh.. kalo itu tukar tambah aja di toko plastic, lumayan buat modal operasi plastic. Hehehe.

13490051261257217915

Beberapa kreasi dari barang bekas

Saya udah nyoba loh… Jadi ceritanya saya bersama teman-teman Kompasiana (komunitas blogger Kompas) mendapat undangan mengikuti kelas singkat di Kutakaktik, hari Minggu lalu (23 September 2012). Ngapaen aja acaranya cuk? Selain kumpul-kumpul dan foto-foto, kita diberi tantangan.

Tantangan

Jadi kita diberi barang bekas, supply peralatan seperti gunting, kertas, batu.. (eh emangnya suit..)  dan mendapat tantangan bagaimana mengubah barang bekas ini menjadi barang yang lebih berguna.. wuih.. saya kan ga bisa guna-guna?

Kelihatannya gampang? Eits.. jangan salah. Emang gampang banget! Gampang ngomongnya maksud saya… karena berkreasi dengan barang bekas tidak semudah kata-kata Om Mario Teguh. Contohnya saya sendiri.

Pada awalnya saya dianugerahi kardus orange juice jumbo 1 liter. Dalam bayangan saya udah songong, gampang ini mah… Terbayang bangunan apartemen seperti maket yang saya lihat. Langsung deh hajar begitu acara dimulai.

Eh, baru beberapa kali potong sana-sini, tau-tau bingung deh mau diapain… kotak juice yang udah didesain capek-capek ama tim desain produksi perusahaan, dengan sukses berhasil saya dekonstruksi menjadi… jadi apa ya… sebuah benda dengan beberapa sayatan, tempelan, dan aksesoris ga jelas. Pokoknya saya asal potong, temple, gunting. Jadinya malah ancur. Untung designer productnya ga ngelihat dosa saya. Kita anggap saja mahakarya seni abad 22 beraliran post modernism yang hanya bisa dimengerti oleh mereka yang tercerahkan.

Temen2 yang lain udah keren2. Ada yang buat ondel-ondel Foke vs Jokowi, ada yang jadi robot, ada celengan, ada yang bisa jadi tempat serba guna, ada juga yang bisa jadi tempat sampah, oh maap saya salah liat. Itu tempat sampah beneran bikinan pabrik.

13490056231150638877

Nampang dulu..

1349005284340862271

Ondel-ondel kreasi Fuji

Dekonstruksi kreatif

Dalam sebuah buku yang saya baca zaman dulu kala (suer bacanya pas SMP klo ga salah), ada metode invention (penemuan) yang dilakukan oleh Leonardo Da Vinci. Seperti kita tahu, Da Vinci, adalah penemu berbagai hal (tapi dia bukan penemu Da Vinci Code). Salah satu resep rahasianya adalah kemampuan melakukan tiga tahap gagasan:

1.       koneksi,

2.        ciptaan,

3.       terapan.

Koneksi adalah usaha menghubungkan dua hal yang tidak berhubungan. Misalnya kita ingin menghubungkan IKAN dan MOTOR (random aja, kata ini terlintas karena saya lagi laper dan sedang nonton Moto GP). Kita coba cari koneksinya. Misalnya, ikan dan motor sama-sama bisa bergerak.

Kita masuk tahap kedua. Mencoba menggali permasalahan dan mencoba datang dengan solusi. Ikan bergerak di air, lalu motor bergerak di darat. Bagaimana kalau kita menciptakan ikan yang bisa ngebut? Apa motor yang bisa disarden? Oh kebalik. Ikan itu ciptaan Tuhan, motor ciptaan Yamaha. Bagaimana kalau kita buat motor yang bisa ngebut di air???

Langsung deh ke fase ketiga. Terapan. Teettt teretttt… jadilah Jet Ski… hahaha. Karena jet ski udah ada duluan sebelum tulisan sampah ini dibuat, setidaknya langkah2 diatas mampu membantu kita mengembangkan konsep kreatif yang bisa menjawab permasalahan umat manusia di bumi yang fana ini. Karena pasti pencipta Jetski, menggunakan logika diatas hehehe.

Lantas apa hubungannya dengan Kutakatik? Pastinya hubungan intim donk. Karena dengan mengikuti kelas kreatif seperti Kutakatik membuat kita melihat dengan mata berbeda. Barang bekas atau sampah, bukanlah sampah selama kita tidak memperlakukannya seperti sampah.

Dengan sedikit kreasi, kreativitas, dan dekonstruksi, kita bisa menciptakan 4R. Bukan hanya reduce, reuse, recycle, tapi juga reconstruction. Membuat barang baru dari barang yang sudah ada. Karena seperti pesan Solomon:

Nihil sub sole novum… tidak ada yang baru dibawah matahari.

13490054292009215513

Poto2 bareng sebelum pulang


Responses

  1. Hey mas yoga!!! *manggil doang*
    Ih aku suka banget utak-atik barang bekas, salah satunya bikin scrapbook.😀

  2. Hey tante Icha!!! *jawab doank*

    Wow bagi2 donk scrapbooknya😀

    >________________________________

  3. hasil karya lo ga dipajang yog :p

  4. aduhhh malu ahh…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: