Posted by: Yoga PS | 7 October 2012

Bedah Iklan Pemilukada Jakarta

Dibalik perhelatan Pemilukada DKI 2012 putaran kedua yang telah usai, ada pelajaran “propaganda media” yang menarik untuk diperhatikan. Untuk kepentingan analisis, mari kita menggunakan data Nielsen untuk melakukan perbandingan media support.

Kita mulai dengan melihat kekuatan kedua kubu di televisi. Mainstream media masyarakat Indonesia. Pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, dengan iklan yang bercorak religius, memiliki support level yang cukup tinggi, mencapai 249 GRP (gross rating point). Nilai ini adalah akumulasi rating iklan televisi. Nilai satu rating point menunjukkan jika 1% pemirsa, telah menyaksikan iklan ini. Sekedar catatan, pengiklan “membeli” GRP ke pihak stasiun televisi. Semakin tinggi GRP, semakin besar biaya iklannya.

Dengan gross rating 249 point hanya dalam waktu tiga hari (14 hingga 16 September 2012), maka nilai ini cukup besar. Pemilihan channel-nya pun merata. Total pasangan Foke-Nara memasang di 7 channel swasta nasional. Paling banyak di Trans7 (31%), diikuti oleh Trans (20%), dan ANTV (14%). Ada 97 spot iklan mereka selama tiga hari kampanye. Dengan jangkauan reach mencapai 44%. Artinya, 44% pemirsa di Indonesia, pernah melihat iklan mereka.

“Prabowo Effect?”

Berbeda dengan Foke-Nara, kampanye iklan Jokowi-Ahok hanya memiliki 26 GRP, atau 11% dari total spot iklan sang gubernur petahana. Pemilihan channel pun terbatas, pasangan pemenang versi quick count ini hanya memasang iklan di dua stasiun televisi berita: TV One dan Metro TV. Reach-nya pun menjadi minimal, hanya 12%, atau sepertiga nilai reach pasangan Foke-Nara.

Lantas, apakah fenomena ini mengindikasikan kampanye “propaganda” lewat televisi sudah tidak efektif lagi?

Hal yang menarik ternyata pasangan Jokowi-Ahok mendapat dukungan kampanye iklan dari Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (APPI) yang selama ini diidentikkan oleh Prabowo Subianto, petinggi partai Gerindra. APPI beriklan untuk mendukung pasangan dengan slogan Jakarta Baru ini dengan tidak tanggung-tanggung, 26% lebih tinggi dari Foke-Nara!.

Tercatat APPI memiliki GRP sebesar 315 point, di tujuh (7) stasiun televisi swasta nasional. Iklan difokuskan di RCTI (37%), Trans7 (28%), dan Trans (16%). Dalam beberapa iklan, dengan jelas Prabowo mempromosikan Jokowi-Ahok sebagai pasangan kepala daerah yang sudah terbukti kualitasnya dengan memenangkan berbagai penghargaan. Ada 6 versi kreatif iklan APPI. Untuk masa kampanye yang pendek, jumlah kreatif iklan ini melebihi jumlah kreatif iklan brand besar sekalipun.

Sudah jelas, bahwa dukungan kampanye yang diberikan APPI tampaknya turut berperan dalam “branding” Jokowi-Ahok di televisi, media yang paling berpengaruh di masyarakat Indonesia saat ini. Tentu dengan tidak mengesampingkan efek publikasi positif atas pemberitaan Jokowi-Ahok di berbagai media lainnya.

Tidak heran jika hasil exit poll dari Saiful Mujani Research Consulting (SMRC) menyatakan jika kemenangan Jokowi-Ahok justru lebih menguntungkan Prabowo daripada Megawati Soekarnoputri. Gencarnya dukungan iklan Prabowo kepada Jokowi telah menciptakan “efek asosiatif”. Prabowo diasosiasikan dengan Jokowi. Jokowi diidentikkan dengan Prabowo. Bukan dengan partai asalnya.

Pelajaran Kreatif

Pelajaran yang tidak kalah menarik adalah gencarnya “pertarungan kreatif” yang terjadi, terutama di dunia maya. Mulai dari saling balas plesetan poster, video kreatif di Youtube, hingga games di media social seperti facebook.

Kampanye tidak hanya menjadi pemasangan foto calon di baliho kota yang lebih mirip ajang narsis. pengerahan massa disertai orasi mirip demonstrasi, atau “serangan fajar” yang mengira suara rakyat bisa dibeli. Kampanye telah berubah dari perhelatan membosankan menjadi ajang “perang kreativitas” yang menyenangkan untuk diikuti.

Coba lihat video parody What Makes You Beautiful ala Jokowi yang telah ditonton 1,2 juta kali. Atau games mirip angry bird dengan tema penyelamatan kota. Belum lagi ratusan poster plesetan dunia maya yang seringkali mengundang tawa. Semuanya memberi pelajaran: Politik itu butuh kreativitas!.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: