Posted by: Yoga PS | 6 January 2013

7 Tempat Hemat Pengganti Hotel [Travelnomics]

Pengen traveling tapi biaya terbatas? Santai cuk, untuk apa kita belajar ilmu ekonomi jika tak mampu memecahkan persoalan ini. Tapi sebelumnya kita harus tahu, cost structure sebuah perjalanan wisata. Busyet, udah kaya kuliah Akbi aja (Akuntansi Biadab.. eh Akuntansi Biaya).

Jika ditelusuri, sebenarnya ada tiga pos utama traveling:

  1. Transportasi > cara mencapai tempat wisata
  2. Konsumsi > cara bertahan hidup dan biar balik ga tinggal nama
  3. Akomodasi > biar ga dikira gelandangan dan ada tempat numpang line poop
  4. Prostitusi (oh, ini khusus wisata lendir. Bisa tanya bupati Garut yang lebih ahli)

Untuk mengamalkan prinsip ekonomis sebenarnya sederhana. Cara hemat ongkos transportasi adalah sering-sering hunting tiket promo sambil berdoa biar ga kehabisan. Untuk hemat konsumsi juga simple, cukup puasa Senin Kamis. Sahurnya Senin, bukanya Kamis. Pasti bisa saving duit banyak tuh. Nah, untuk penghematan akomodasi nih, jarang yang memberikan terobosan out of the box.

Penulis hanya ingin berbagi cara berhemat biaya penginapan/hotel. Tulisan ini disarikan dari pengalaman traveling sejak zaman SMP. Mulai yang nyaman pake travel nginep di hotel berbintang sampai ngegembel segembel gembelnya tidur di tempat berbintang (kagak ada atapnya, bener-bener beratapkan bintang :p).

Traveling terakhir saya adalah tour trans Sumatera mulai dari Jakarta – Lampung – Palembang – Jambi –  Pekanbaru – Samosir – Berastagi – Medan – Aceh – Sabang- Aceh – Jakarta pada Desember 2012 lalu. Dan boleh percaya boleh tidak (emangnya gw Tuhan kudu diimani?), saya hanya menginap di penginapan di tiga kota. Itupun karena ingin berwisata lebih lama.

Sisanya tidur dimana donk? Enak ya jadi jin, ngantuk tinggal masuk ke botol… Eits jangan syirik dulu donk. Ini saya bocorin tempat menginap pengganti hotel.

7 Tempat Senyaman Hotel

1. Rumah Kenalan

cscs.medschl.cam.ac.uk

Inilah bukti silaturahmi menambah rezeki. Selain dapat akomodasi gratis, biasanya kenalan/keluarga kita bisa menjadi tour guide plus supir yang rela nganter jalan2 keliling kota😀. Untuk yang ga ada kenalan/sodara bisa coba menggunakan couchsurfing. Atau bikin aja iklan lewat jejaring social hehehe.

2. Kendaraan

bus-and-coach-photos.com

Car sweet car. Tinggal berhenti. Matikan mesin. Kunci pintu. Senderkan jok. Rebahkan badan. Bisa bobo deh hehehe. Tapi paling enak kalo kita lagi naik bus/kereta/pesawat. Karena selain menghemat waktu, juga bisa menjadi tempat tidur mobile (beberapa bus/kereta lintas negara menyediakan tempat tidur). Saran saya, jika perjalanan yang kita tempuh lebih dari 5 jam, ambil jadwal terakhir (paling malam). Tidur selama perjalanan, dan esok hari setelah sampai, badan kita sudah bugar. Trust me it works ^_* ting.

Saya menghemat waktu saat berkeliling Sumatera dengan modus ini. Beli tiket bus/kereta yang agak bonafide, plus jadwal paling malam. Habiskan siang berkeliling kota. Oh ya, jangan naik bus ekonomi jika ingin istirahat. Meski bus ekonomi dilengkapi fasilitas full sauna (panas meski malem), full music (minta recehan sambil nyindir klo pura2 tidur), juga full restaurant (dari tahu sampai salak ada yang jual).

3. Masjid

Akhirnya bisa juga sholat disini hehehe

Karena tidur itu ibadah (maksa), maka tempat terbaik untuk melaksanakannya adalah di rumah Tuhan. Masjid menjadi pilihan asyik karena biasanya sejuk, sanitasi bagus, dan terbuka. Tapi tidak semua daerah masjid-nya open. Ada yang digembok saat malam. Pengalaman saya, untuk masjid di pusat kota lebih terbuka. Cukup lapor ke takmir. Ngaku aja jadi musyafir (biarpun tampang mukafir :p). Saya pernah dijamu takmir gaul. Sebelum tidur dikasi makan, tikar, dan teh hangat. Alhamdulillah.

4. Kantor polisi

Masih banyak polisi baek koq🙂

Anda ga salah baca. Ya, kantor polisi! Ga sekalian dipenjara bang? Eh serius. Teman saya udah nyoba. Dengan modal 100rb dia pingin ke Bali dari Jogja. Sampai di Bali, dia kebingungan, tidur dimana yang gratis. Akhirnya dia nekat, lapor ke polisi. Ngomong jujur aja klo ga punya uang dan nyari tumpangan tidur. Pak polisi dengan baik hati mempersilahkan kawan saya tidur di ruang kantor. Gratis. Ga semua polisi mata duitan kan🙂

5. Warnet

Klo bisa cari warnet yang ada bilik lesehannya

Pengalaman tidur di warnet saya dapat secara tak sengaja. Saat di Berastagi saya sengaja keluar dari hostel tempat saya menginap. Ingin menghirup udara malam sambil browsing mencari informasi tentang perjalanan selanjutnya. Saat jam 1 saya kembali dan wowww… hostelnya digembok brow. Balik deh saya ke warnet. Main game sampe pagi. Cuma 15 ribu semalam. Esoknya saya baru tahu jika semua penginapan di Berastagi mengunci pintu mereka. Makanya jangan harap dapat penginepan jika sampai di kota ini jam 12 malam. Nginep di warnet enaknya ya dapet fasilitas gratis internet. Tapi jangan nyari warnet remang-remang ya… hehehe.

6. Bandara/Terminal

Karena rata-rata check in sudah dibuka 24 jam sebelum keberangkatan. Bandara atau terminal bisa dijadikan pilihan. Toh fasilitas lengkap. Ada kamar mandi, wifi, dan dekat dengan tempat makan. Kelebihan lain: Anda ga akan ketinggalan flight (kecuali kalo ketiduran).

7. Alam bebas

mycancuntravelguide.com

Ini yang paling keren. Bermodal sleeping bag atau selembar koran kalo emang ngantuk maka tetep aja serasa spring bed hotel berbintang hehehe. Di pinggir pantai boleh. Emperan toko pun jadi. Kelebihannya selain gratis adalah fasilitas Air Conditioner merk “Angin Malam” yang tentu saja menusuk pilu. Huhu. Perlu juga diperhatikan keamanan barang bawaan karena fasilitas “open baggage” membuat orang dengan bebas mengambil barang Anda.

Last resort: Emperan toko! sumber gambar: dompu.info

So, kata siapa traveling harus mahal? Dengan sedikit “pengorbanan” kita bisa menyiasatinya. Tapi khusus bagi traveller perempuan saya rasa akan lebih baik jika bepergian bersama teman/muhrimnya. Lha wong yang travelling by angkot aja masih belum aman.

Tapi yakinlah jika kita berniat baik, berprilaku baik, dan berpenampilan baik, segalanya insya Allah baik. Meski banyak berita tentang kejahatan, yakinlah masih lebih banyak lagi kebaikan yang tidak diberitakan.

Jika dilihat lagi, lumayan banyak kan pilihan yang bisa diambil? Jelas lumayan lah.. daripada lumanyun :p. Silahkan temen-temen tambahin opsi lainnya.

Happy travelling!!!.


Responses

  1. Pernah nyobain yang poin pertama.. Bener-bener kenalan kenal di jalan. Ada pasutri muda nitip bagasi krn barang bawaannya bejibun. Selama di pesawat ngobrol2 terus ditawarin nginep di tempat sodaranya (krn rumahnya si ibu muda lagi direnov). Saat nyampe di kota tujuan, jalan-jalan bareng, makan rame-rame (ane nggak ngeluarin cost sepeserpun saat sama mereka), terus dianterin ke rumah sodaranya si ibu muda. Jadinya nongkrong di tempat sodaranya si ibu muda (daku ditinggal sendiri di rumahnya karena lagi pada kerja -gile kan percaya bangeddhh mereka sama org yg baru dikenal). Tapi akhirnya nggak jadi nginep disitu karena anjing cihuahuanya super aktif, slalu mo nempel padaku sejak pertama datang -sodaranya si ibu bilang klo itu artinya si cihuahua suka sama diriku tapi daku takut cihuahuanya gigit😀

    wooaaaa…tapi benar-benar pengalaman tak terlupakan.😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: