Posted by: Yoga PS | 13 January 2013

Hat Yai (1)

Patung ‘Reclining” Buddha raksasa. Karena ada masalah dengan kamera HP saia, gambar ini saia ambil dari situs chiang-mai.org

Setelah melakukan tour trans de Sumatera bulan Desember, saya melanjutkan perjalanan hidup ini (biar puitis dikit cuk) ke tiga Negara tetangga: Thai, Malay, and Sin bulan Januari. Tapi tenang, saya ga akan menuliskan catatan perjalanan ala itenary atau jurnal Marcopolo. Saya ga akan cerita:

“Pagi-pagi saya datang di kota X langsung boker ke hotel Y trus siangnya e’ek di restoran A lanjut pipis di mall B and naik bus C akhirnya sampai malem balik ke kuburan Z”.

Saya juga ga akan nulis tentang kota-kota yang sudah beken dan sudah banyak reviewnya macam Sin, KL, Phuket, atau Bangkok. Jika Anda ingin kesana, silahkan googling. Info sudah melimpah ruah. Saya hanya ingin berbagi informasi tentang sebuah kota yang agak kurang terkenal. Terletak di selatan Thailand, dekat dengan Malaysia, dan tentu saja sangat jauh dari Tangerang Selatan dan very very far far away dari Merauke. Kota itu bernama: Hat Yai.

Overview

Hat Yai, saya ga tau bagaimana cara bacanya. Orang-orang yang saya temui pronunciations-nya beda-beda. Supir bis bilangnya Hak Nyei, agen bilang Hat Yei, ada yang nyeletuk Hat Nyai. Tapi tulisannya Hat Yai. Kota ini menjadi tempat transit para backpacker (hampir rata2 backpacker Bule mewajibkan singgah di Hat Yai). Baik dari Bangkok/Phuket menuju Malaysia, atau sebaliknya, dari Malaysia mau ke Phuket/Bangkok. Kalau Anda jurusan surga-neraka juga boleh singgah koq. Hehehe.

Konon pada zaman dahulu kala, Hat Yai sangat ramai dijadikan tempat transit. Tapi sejak bergolaknya separatism dan isu-isu pemberontakan di Pattani, ditambah semakin menjamurnya Low Cost Carrier macam Air Asia, banyak traveller yang mengambil direct flight dan melupakan Hat Yai.

Suasananya seperti kota-kota Thailand pada umumnya (bingung saia cara deskripsinya). Pusat kota didominasi pertokoan. Penduduknya rada susah pake bahasa Inggris. Sehingga bahasa tarzan dan bahasa gambar (tunjukkan foto destinasi) lebih berguna. Untuk bepergian, mintalah penjaga hotel untuk menuliskan tujuan Anda dalam bahasa Thai. Jangan kaya saya, sebelum ke kota saya minta diajari bahasa Thai sedikit-sedikit, tapi ga saya tulis! Baru jalan 20 meter otak saya dengan sukses sudah melupakan semua materi kursus tadi hehehe.

Tapi untuk tawar-menawar beberapa pedagang ngerti number in English koq. Aturan harga juga sama: begitu mereka tahu kita bukan orang asli, harganya dinaekin. Tawar aja setengahnya. Closed di antaranya. Contoh: penjual buka 1000 bath, tawar 500, closing di 600-700 bath.

Oh ya, kalo mau naik Tuk-tuk/ojek kudu hati-hati. Karena ga ada tuh namanya argo, semua murni hasil nego. Based on pengalaman temen, tukang tuk-tuk nya terkadang minta surcharge pas udah nyampe. Kalo ga mau ngebunuh tukang tuk-tuk karena emosi (kita debat sampai ngotot pake English, sono ngomel2 pake Thai, cucok kan?), mending bayar aja langsung pas naik. Hehehe.

Biaya hidupnya cukup terjangkau. Penginapan mulai 200 bath (sekitar Rp 60 rb), sekali makan 30-50 bath (10-15 ribu). Kalo naik angkot tuk-tuk nyegat pinggir jalan bayar aja 10-20 bath (3-6 ribu). Kalo mau charter Tuk-tuk/van buat muter2 atau maen ke luar kota, harganya sekitar 100-200 bath.

Pokoknya cuma di Thailand saya baru bisa ngerasa hidup seperti turis. Di Malaysia saya ngerasa seperti TKI. Di Singapore kerasa jadi kaum Dhuafa. Semua karena rupiah yang sangat kita cintai ternyata tak terlalu dihargai di luar negeri. Hiks.. hiks..

What To Do?

Ngapaen aja sih yang bisa dilakuin di Hat Yai? Oh banyak.. situ bisa ngupil seharian, nyuci baju, nyapu jalanan (turis apa OB Mas?), atau Cuma ngendon di kamar. Tapi mana seru ya? Minggu depan akan saya tulis beberapa spot yang bisa Anda datengin jika singgah ke kota ini barang satu-dua hari.

Koq tulisannya bersambung cuk? Iyaaaa… ni baru sampe Indo. Males nulis panjang-panjang. Sabar ya kakak-kakak semua.

Happy Travelling!!!


Responses

  1. #okesip :p

  2. roger that


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: