Posted by: Yoga PS | 20 January 2013

5 Things You Can Do at Hat Yai

Halo-halo jupe lagi hehe. Kebanjiran nggak? Alhamdulilah deh kalo enggak. Ini banjirnya berupa air aja ngerepotin ya, apalagi banjir lemak. Kaya saya donk hehehe. Kalo kena banjir beneran gmana bang? Yang sabar ya kakak… Mungkin sambil nunggu surut bisa ngungsi sambil traveling ke Hat Yai dulu (Cuma sekitar 3 jam penerbangan koq).

Berikut secara singkat, beberapa objek wisata hat Yai (tidak semua tempat saya datangin. Sebagian tempat didapat dari hasil obrolan sesama backpacker dan tentu saja: internet. Ga perlu study banding kaya DPR kalo Cuma pingin tau beginian mah):

1.       Wat Hatyai Nai

Patung Buddha berbaring terbesar ketiga di Thailand. Panjangnya sepanjang 35 meter. Sang Buddha digambarkan sedang berbaring dengan tumpuan satu tangan. Cara kesana? Selain Tuk-tuk, Anda bisa jalan kaki dari kota. Cuma sekitar 20-30 menit. Letaknya setelah jembatan sungai Hat Yai. Tinggal nyebrang ke kanan jalan. Udah keliatan koq kuilnya. Selain berfoto-foto ria, kita juga bisa sekalian berdoa jika Anda seorang Buddhis. Biaya masuk? Gretong. Tapi bisa sedekah untuk biksu dan kuil.

gambar dari chiang-mai.org

 2.       Hay Yai municipal park + cable car

Disini semacam public space berupa taman dan ada patung-patung Buddha raksasa. Terletak sektiar 5 kilometer dari pusat kota. Cara kesana? Lagi-lagi tuk-tuk jadi pilihannya. Tarif 10 bath aja. Selain bisa menikmati bunga-bunga ditaman, kita juga bisa naik cable car. Kereta gantung macam di Genting apa Taman Mini. Berdasarkan pengakuan seorang backpacker dari Samarinda (hore!!! Ketemu orang Indonesia :D) untuk naik kereta gantung bagi turis kena 200 bath. Kalo orang local, cukup 100 bath. Diskriminasi dikit sih. Tapi karena tampang kita 50:50 ama penduduk local, dia Cuma kena 100 bath. Untung juga kulit saya item, coba kulit saya putih. Bisa disembah gara-gara dikira gajah putih. Ga nyambung ya hehehe.

gambar dari hatyaihotel.org

 3.       Belanja di Central market

Bagi pecinta belanja, pasti merasa central market adalah oase tersembunyi yang dicarinya. Aduh, saya memang lebay. Karena central market Hat Yai hampir serupa dengan Pasar Baru di Jakarta, Chinatown Malaysia, atau Malioboro di Jogjakarta. Isinya small vendor pedagang kaki lima dengan harga miring yang bisa ditawar. Murah-murah. Disini kita bisa beli oleh-oleh, kaos, pernak-pernik, aksesoris, sampai DVD XXX Thailand aseli! (Ga tau kenapa pas asyik2 jalan ditawarin pilem begituan ama yang jual). Pingin belanja di mall? Tenang, central market juga ada mall-nya. Tapi kalo disini ya sekelas Matahari gitu. Rugi kalo kesini ujung-ujungnya ke mall lagi.

 4.       Wisata kuliner

Karena terletak didaerah perbatasan dan menjadi tempat transit, wisata kuliner Hat Yai menjadi sangat kaya. Mulai dari Thai food, Chinese food, sampai Malay food. Junk food juga jelas ada donk hehehe. Dari sekian banyak masakan khas, referensi traveller sejagat Lonely Planet mencantumkan ayam goreng Hat Yai sebagai “to do list” nomer satu.

Nama restorannya Kai Tod Daycha. Karena penasaran saya pun pingin nyoba. Tetapi karena ga nemu-nemu dan perut udah mau melahirkan saking laparnya (melahirkan kelaparan maksudnya), saya randomly nyoba salah satu kedai di dekat Wat Hat Yai Nai, and tau ga sih… rasanya tuh enak banggetttttt!!!!!! Kalo surga ada 7, mungkin ini ke-8 kali ya (Hiperbolis karena lapar kritis).

Udah pernah makan ayam madu Korea-nya Bon Chon? Bayangin ayamnya berukuran dua kali lebih besar, terus digoreng sampai kulitnya krispy, tapi daging dalamnyanya tetep lembut, dan minyak bumbu melumer disekitar luar. Menetes berwarna merah keemasan. Ditambah nasi rempah berwarna kuning yang sangat harum beraroma bumbu. Pada akhirnya saya mengikuti slogan Keluarga Berencana anjuran BKKBN: Dua porsi lebih baik.

 5.       Pasar apung

Bagi yang doyan nonton pilem-pilem action bersetting Thailand pasti ada aja adegan di pasar apung. Jagoannya uber-uberan ama penjahat pake perahu terus tembak-tembakan ga kena-kena. Nah Hat Yai juga punya spot kaya ginian. Tapi jangan ditiru adegan film-nya yah! Buka pas weekends sore. Cara kesana? Ya Anda benar! Tuk-tuk carteran lagi! Hehehe. Ngomong aja mau ke Klonghea. Kita juga bisa sewa perahu untuk menyusuri sungai dan menikmati pemandangan. Saya belum nyoba sih. Tapi katanya kita bisa ke muara Laem Bodhi, liat mural di Wat Khu Tao, dan masjid Songkhla.

gambar dari hatyaihotel.org

Sebenernya masih banyak objek wisata lain. Tapi agak diluar kota. Bisa ke pantai Samilla liat patung putri duyung, air terjun Ton Nga Chang, sampai main ke darah rawan seperti Pattani (kaya Aceh waktu zaman GAM).

Oh ya, karena ada masalah dengan hape (tiba-tiba ngereset sendiri) dan gambar2 hasil jepretan foto belum saya upload ke Picassa web album jadinya perjalanan kali ini tanpa dokumentasi sama sekali.

No pict = HOAX? Sak karepmu cuk (serah lu cuk). Hahaha.

ขอขอบคุณคุณ

Happy Travelling!!!

____________________________________________________________________________________________

Beberapa review temen soal Hat Yai

Dipta (temen kuliah)

Hatyai hotel

NB: Lagi nyari partner umroh backpacker nih. Pake Air Asia Jkt-KL-Jeddah. Estimated cost 8 juta. Yang tertarik leave comment aja ya😀


Responses

  1. Cuk, tu destinasi lu datengin smw?
    Udah dpt info visa umroh?

  2. belum sempet kesana. takut kelelem banjir hehe

  3. kapan bang mau umrohnya ?
    pengen ikut jg dong..
    tapi krn daku perempuan..keknya enaknya ngajak temen cwe jg kalii ya🙂

  4. klo cewek kudu ama mahromnya, cepetan kawin sono gih😛

  5. Beuuuh…wkwkwk
    nyuruh kawinnya kayak nyuruh boker aja, bang…kudu cepet2😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: