Posted by: Yoga PS | 10 February 2013

Ini Yang Harus Anda Lakukan Jika Kena Tilang

Ongkos tilang “resmi”. ini denda maksimal ya🙂

Bulan lalu saya terkena razia. Razia orang ganteng? Oh pastinya hehe. Sayangnya razia-nya mewajibkan saya menunjukkan SIM dan STNK. Karena kebetulan saya cuma pingin beli buah di deket rumah, otomatis surat-surat berharga tadi tidak saya bawa. Coba pak polisinya minta surat berharga macam saham dan obligasi, pasti saya bawa. Hehehe (ketahuan bacotnya, semua transaksi BEI sudah paperless sejak lama).

Singkat kata, saya ditilang. Kasihan ya? Lebih kasihan lagi burung kutilang donk. Masa ditilang tiap hari. Hihi. Dan tidak seperti biasanya, saya menolak “sidang ditempat” atau “titip sidang”. Dan tumben juga pak polisinya ga mancing-mancing kearah sana. Wuih, mau jadi warga Negara yang baik nih bos?

Akhirnya saya mendapat panggilan sidang 2 minggu kemudian. SIM C hasil tembakan saat SMA harus disekolahkan. Nah, kira-kira sidang itu ngapain aja sih? Apa yang harus kita lakukan jika kena tilang? Bagaimana kita bisa melanjutkan hidup setelah memasuki ruang sidang? Bagaimana pandangan masyarakat ketika kita harus duduk sebagai terdakwa? Pilih baygon apa arsenic untuk mengakhiri kehidupan yang tidak adil ini?

Simple

Dua minggu kemudian, saya datang ke pengadilan. Sekedar info, pengadilan negeri Jakarta Timur itu sudah pindah sodara-sodara! Om google kali ini menyesatkan. Website resmi-nya lebih parah. Ga di update sama sekali. Saya sudah jauh-jauh datang ke Pulomas eh ternyata pengadilannya deket tempat tinggal saya. Di dekat Penggilingan, sebelum kantor Walikota Jakarta Timur. Saya juga sih yang bego, padahal punya tetangga yang jadi hakim di pengadilan. Hehehe.

Ternyata pengadilannya simple. Cukup datang, ngantri berjam-jam (tergantung rame nggaknya), masuk, mendengarkan “vonis”, membayar, dan pulang deh. Sayangnya, karena ada request regional dadakan dan tidak bisa dilimpahkan, saya harus stay di kantor dan tidak bisa mengikuti sidang. lha koq bisa bilang sidangnya simple kalo ga ikutan? Lah, kan ada internet dan orang pengadilan yang bisa ditanyain cuk…

Bagi yang ga bisa ikut sidang, prosesnya lebih simple lagi. Tapi TKP-nya berganti. Bukan pengadilan, tapi Kejaksaan Negeri. Wuihhh… Jadi mereka yang absen sidang, berkasnya dilimpahkan ke kejaksaan. Disana sudah ada loket khusus masalah lalu lintas.

Ketika saya datang kesana, kerumunan wartawan sudah menanti. Sabar sodara-sodara, yang mau foto bareng ngantri yah. Tapi wartawannya bukan mau nungguin saya ambil SIM, tapi sedang menunggu pelimpahan berkas anak bos besar Hatta Rajasa. Pelajarannya: ketika Anda kecelakaan, cukup cat rambut bapak Anda jadi putih. Hahaha.

Disini kita cukup ambil nomor antrian, serahkan bukti tilang, tunggu dipanggil, bayar, kelar. Nomor saya 329. Tapi prosesnya cepet banget. Satu orang tak sampai 3 menit. Karena Cuma bayar doank. Oh ya, tariff resmi ternyata lebih murah daripada “titip sidang”. Saya Cuma kena 40 ribu.

Lebih Murah Titip Sidang

Tapi setelah dipikir-pikir, titip sidang itu lebih ekonomis. Koq bisa? Katanya sidang Cuma 40rb? Iya dendanya, tapi bagaimana dengan overhead costnya? Biaya transportasi, kehilangan waktu untuk bekerja, harus mengantri, dan juga konsumsi.

Jadi, jika cost “titip sidang” sekitar 50rb, it’s better to take it. lebih murah. System administrasi kita juga belum terintegrasi. Harusnya biaya denda cukup dibebankan saat pembayaran pajak, dikirim kerumah, atau dipotong dari rekening bank/kartu kredit.

Kalau duit “titipan sidang” kita dikorupsi? Yah gimana lagi. Itu urusan oknum dengan Tuhan. Yang penting kita akadnya titip sidang. Kalau ga mau ngalamin ya patuhi rambu lalu lintas. Lengkapi surat-surat. Periksa keamanan kendaraan. Atau pakai cara sakti:

Warnai rambut bapak kita jadi putih. Hahaha.


Responses

  1. intinya khusnudzon sama pak polisi ya, yog? hahaha😀

  2. Kalo mau cepet, bsk nya bisa diambil di Polres bagian Ditlantas, bayar 100rb. Kayaknya sih gak masuk kantong pribadi…

  3. Cara simple…nego dengan masang muka melas n bawa helm putih tanpa tu2p kaca plus pake sendal jepit, bisa jitu tuh Ga..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: