Posted by: Yoga PS | 8 December 2013

Cerita Pelarian di Akhir Pekan

Tidak biasanya saya menulis tentang pengalaman akhir pekan saya. Tapi kali ini, ada beberapa pelajaran yang mungkin bisa diambil dari kebodohan yang saya lakukan. Jadi ceritanya Sabtu 30 November yang lalu saya menghabiskan weekend di Negara tetangga, Singapura. Sekalian ikutan Standard Charter marathon, salah satu event lari tahunan terbesar. Sebenarnya biasa saja, untungnya ada beberapa kejadian special yang membuatnya jadi luar biasa.

Pertama, flight yang saya naiki delay. Ga enak kalo nyebut merek, karena maskapai ini client saya sendiri hahaha. Uda dapat tiket promo, pas weekend pula (dan nikmat Tuhan mana yang kau dustakan?). Tahu sendiri lah kalau traffic Soetta ngalahin terminal Rawamangun. Boarding telat 30 menit ditambah ngetem di runway 20 menit. Perkiraan saya datang jam 8 malam, eh baru datang jam 9.15 malam. Alhamdulilah masih landing dengan selamat.

Kedua, saya telat ngambil race pack! Begitu landing saya langsung berlari membelah Changi, petugas imigrasi, dan berbagai halangan rintangan yang menanti (rima-nya ga nahan boiiii). Tak sampai 15 menit saya sudah berada di MRT menuju Singapore Expo untuk pengambilan race pack lari besok. Dan ternyata sodara-sodara.. acaranya uda bubar setengah jam yang lalu!

Tahu sendiri lah Negara jiran yang satu ini. Jika dijadwal bilang tutup jam 9, ya tutuplah dia jam 9 teng. Ga butuh lama untuk unpack satu aula dan membereskan logistic. Kata teman2 runner yang lain, hanya butuh 3 menit untuk mengambil race pack. Uda kaya bikin mie instant donk. Jangan bandingkan dengan Jakarta Marathon yang memaksa runner ngantri selama 5 jam. Hahaha.

“Please help me.. My flight was delay. I came from Indonesia” saya nyoba melas-melasin tampang ke panitia yang tersisa.

“Sorry, there are no race pack here. Everything has been moved away” kata encik-encik penjaga stan.

Suasana tempat pengambilan race pack. Ga butuh lama buat unpack

Makjlebbbb… rasanya itu kaya uda bayar mesen makanan di restoran tapi Cuma bisa nyium aromanya doank sambil diusir ke kuburan. Kebayang tuh rugi dollar kebuang sia2. Kepingin ngejer ke gudang, mbak panitia ga tau gudangnya dimana. Mau protes, lha wong panitia-nya udah on time. Mau ngaku anaknya Lee Kwan Yew, eh koq item gendut gini yewww…

Tapi kita harus optimis, kali aja besok bisa nyelip saat race. Ngomong aja racepack ilang. Yang penting bisa tetep lari. Sesuai pepatah: Guru kencing berdiri, runner kencing berlari. Akhirnya malam itu saya bisa bubu dengan sedikit optimisme.

Nah kejadian ketiga: saya kena razia security. Pagi-pagi sekali saat shubuh saya uda menuju Harbor Front. Tempat race akan dimulai. Rute-nya asyik koq. Kita muter2 Sentosa sebelum finish di Padang. Bisa masuk Universal studios pula. Tapi damn, ternyata security ada dimana-mana. Mereka juga screening runner yang mau masuk. No BIB number = no race = nongkrong. Ga ada tuh ceritanya penumpang gelap bisa masuk ke race line. Daripada bengong, akhirnya saya lari sendiri ke arah woodlands. Pedih bung hahaha.

Mohon doanya

Apa pelajarannya? Yah intinya sih semua harus dipersiapkan dengan matang, termasuk memperhitungkan kemungkinan terburuk. Saya lupa memperhitungkan kemungkinan delay. jika tahu maka saya bisa nitip ke runner yang lain. Yang kedua ya banyak-banyak berdoa. Ini penting loh. Karena kalau Tuhan tidak berkehendak, gagal tuh rencana biar sehebat apapun persiapannya.

Sejak kejadian ini saya tersadar, saya belum mempersiapkan apa-apa untuk keberangkatan umrah 2014 (insya Allah). Padahal saya bakal backpackeran tanpa travel partner disana. Mungkin Tuhan mengingatkan saya untuk mempersiapkan A-Z perjalanan. Terbayang sakitnya jika gagal berangkat padahal sudah membeli tiket dan booking hotel.

Karena itu saya minta doa dari para pembaca. Biar rencana traveling bisa terealisasi tanpa efek samping. Akhir tahun ini insya Allah coba berhitung ke Belitung, February umroh ke tanah suci, dan April nyari bunga kamboja ke Kamboja. Karena rasa gagal traveling itu ternyata cukup sakit bos. Sampai saya harus nulis curhat ga jelas kaya gini. Hahaha.


Responses

  1. pffft pas liburan mau marathon di LN, gw jg udh doa, ttp dpet sial yg byk jg spjg jalan, mulai dari di pjalan, pas RPC, smpai post-race. hrusnya jd very exciting fun trip mlh jd ajang uji sabar yg jd rekor spjg hidup gw sjauh itu.
    gk disebutin deh apa-apa aja, bkal pjg bgt

  2. oalah le tole, jangan sedih ya! nah ini malah jadi punya cerita seru gitu he he

  3. anggep aja cobaan orang ganteng bos hehe

  4. pingin lari ke Norwayyyyy

  5. blogwalking gan, nyasar di blog masturbasi maniak kayaknya ne.. :peace
    *tgl19jan ada tahura djuanda trail running race, ikutan jg gak gan..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: