Posted by: Yoga PS | 19 January 2014

Belitung (1): You Never Walk Alone!

 Delapan tahun yang lalu, Belitung hanyalah pulau kecil tak dikenal. Jikapun terkenal, hanya pada kalangan anak TK.

“Ayo anak-anak.. mari belajar Belitung sama-sama..”.

Pasca reformasi dan otonomi daerah, Belitung menjadi bagian provinsi Bangka-Belitung. Namun meski sudah menjadi bagian provinsi yang otonom, namanya kalah oleh Pulau Bangka, New York, atau London (ya jelas lah!!!). Belitung hanya dikenal sebagai pulau penghasil timah yang ketika di googling, tak akan menampilkan review pantai yang ciamik, penduduk yang ramah, budaya Melayu yang khas, dan tembok besar China (ini apa lagi).

Pokoknya, orang ga tau tuh dimana Pulau Belitung. Tapi semua berubah sejak Negara api menyerang… oh ini bukan tentang Legend of Aang pemirsa.

Belitung mulai dikenal dunia sejak diterbitkannya Laskar Pelangi, Novel best seller yang sudah diterbitkan di 65 Negara dan terjual lebih dari 5 juta copy (bayangkan jika Andrea dapet 1$ per buku, berapa total royaltinya?).

Ketika membaca novel ini sekitar tahun 2006, saya terpukau oleh sihir kata Andrea Hirata. Tapi dia belum bisa membuat saya garuk-garuk tembok dan ngesot-ngesot tanah ingin pergi kesana. Momentum terjadi setelah film Laskar Pelangi booming sekitar tahun 2008-2009. Riri Riza mampu mengangkat keindahan Belitung, dan membuat saya ingin kesana sebelum meninggalkan dunia yang fana ini. Hahaha.

Laskar Pelangi bahasa China.

(Sekedar info, pemerintah Aceh rela membayar ratusan juta ke Andrea Hirata asal dia mau memindahkan lokasi shooting dari Belitung. Tapi Andrea menolak, dan hasilnya, Belitung mendapat milyaran dari pertumbuhan ekonomi setelah film ini diluncurkan. Dan akan dibuat Laskar Pelangi versi Hollywood!!!)

Doa saya terjawab 4 tahun kemudian. Setelah menempuh 144 SKS harapan, kesabaran, dan keberuntungan (emangnya S-1), akhir December 2013 kemarin alhamdulilah saya berkesempatan berkunjung kesana. Menjejakkan kaki di bumi laskar pelangi.

Tiga Persiapan yang Tidak Saya Siapkan

Biasanya orang traveling selalu mempersiapkan tiga hal: akomodasi, transportasi, dan itinerary (rencana perjalanan). Tapi untungnya saya beda. Saya lebih suka spontanitas. Jikapun ada rencana, hanya gambaran besar destinasi yang ingin saya kunjungi dan tidak memikirkan urusan teknis.

Pengalaman terakhir ikutan tour kantor ke Hongkong membuat saya kapok. Traveling sudah seperti inspeksi pabrik. Datang ke tempat wisata A, checked. Makan di restoran B, checked. Pergi ke pasar C, checked. Balik ke hotel, checked. Besok harus berangkat pagi lagi  agar check list bisa selesai.

Untuk Belitung ini saya ingin setengah bertualang. Datang ke pulau orang tanpa ga tau tau nginep dimana, Cuma punya satu temennya temen (saya punya teman A, si A punya temen B. Saya Cuma sms-an ama si B ngaku kalo temen-nya si A), dan ga tau kesana mau kemana serta harus naik apa.

Saya baru tahu destinasi wisata yang menarik setelah googling pas malam H-1. Booking hotel termurah untuk semalam saja. Dan baru sadar kalau di Belitung itu ga ada angkutan umum untuk jalan-jalan ke tempat wisata. Lha terus piye? Panic? Galau? Bingung? Selooowwwww mas broohhhh.

You never walk alone.

Itu prinsip saya kalau traveling. Biarpun berangkat sendiri, saya percaya jika saya tidak pernah sendiri. Masih ada Tuhan J. Masih ada traveler-traveler lain seperjalanan. Masih ada penduduk asli yang ramah-ramah. Masih ada petualangan yang pasti menyenangkan.

Bismillah… berdoa saja. Manusia itu bersaudara. Kita saja yang sering lupa.

Berbekal ransel gede berisi baju 5 hari, kaos oblong, sandal jepit, buku karya Coelho dan Gladwell sebagai teman bacaan, saya menjejakkan kaki di tanah bandara H.A.S. Hanandjoeddin, Tanjung Pandan. Runway-nya pendek. Saya kaget saat Airbus 320 Citilink bisa mendarat di bandara sependek ini.

Baru berjalan beberapa langkah setelah turun dari pesawat, tiba-tiba ada yang menyapa:

“Sendirian ya Mas?”

You never walk alone! Saya tersenyum dalam hati. Saya tahu jika petualangan ini baru saja dimulai.

Pantai Tanjung Tinggi alias Pantai Laskar Pelangi


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: