Posted by: Yoga PS | 26 January 2014

Belitung (2) : Betul-betul Kebetulan

“Sendirian ya Mas?” Seorang laki-laki berumur 20an menyapa saya.

Sebenernya saya ingin menjawab dengan jawaban standar: “Berdua, ama Tuhan”. Tapi karena takut percakapan akan terlalu berbau filosofis untuk pertemuan awal, saya hanya menjawab mainstream: “Iya”.

“Baru pertama kali ke Belitung?” Tanya-nya lagi. Ini mau liburan apa konferensi pers ya? Koq ditanya-tanyain melulu.

Karena merasa tidak membawa uang banyak untuk dirampok, dan tidak punya badan seksi untuk dicabuli, saya menjawab dengan ramah dan terbuka. Sambil memasuki arrival gate bandara, kami terus mengobrol. Akhirnya saya tahu kalau namanya Syifa (suka dipanggil Sheva, tapi akhirnya saya suka manggil Shepa).

Dia seorang dokter dari Jogja! Anak UMY lebih tepatnya. Baru lulus tahun lalu, dan bekerja disalah satu medical company yang menyuplai dokter-dokter perusahaan tambang. Karena merasa memiliki “Jogja connection” (saya kuliah S-1 disana :D), kami menjadi cepat akrab.

Eh, bukan pertama kalinya lho saya bisa cepat akrab dengan traveler. Perasaan senasib seperjalanan, sama-sama terdampar di negeri orang, menimbulkan rasa persaudaraan sesama pejalan. Sebuah sikap yang wajar untuk menciptakan koalisi. Toh sama-sama menguntungkan. Bisa jalan bareng, cost sharing, dan tolong menolong jika ada yang ditimpa musibah.

Saya pernah check-in satu kamar dengan traveler wanita yang baru saya kenal 2 jam sebelumnya saat di Sabang Aceh, nemu guide saat tersesat di pasar Hat Yai, dan bertemu partner in crime sampai ditawari hotel gratis saat di Johor Bahru. Intinya: dunia masih dipenuhi orang baik!.

Nah, untungnya saya dan Shepa punya banyak kebetulan. Kebetulan dia ada kenalan Couchsurfing yang mau menerimanya menjadi host, kebetulan temannya bisa menjadi guide, kebetulan dia sudah ada rentalan motor, dan kebetulan dia butuh teman. Lha koq kebetulan saya belum punya kenalan di Tanjung Pandan, kebetulan saya belum ada kendaraan, dan Kebetulan juga saya lagi nyari teman berpetualang.

Akhirnya setelah mengetahui tanggal kepulangan masing-masing, saya dan Shepa sepakat mengadakan koalisi strategic berdasarkan kebetulan-kebetulan yang betul-betul terjadi.

 

Guide book dan CD promosi Departemen Pariwisata yang bisa diambil gratis di Bandara

Next week: kita akan mengunjungi pulau terkecil di dunia!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: