Posted by: Yoga PS | 11 May 2014

Ka’bah Dekat Rumah (3): Awalnya Adalah Nepal

Anda pasti tahu jika awalnya Columbus tidak berencana pergi ke Amerika. Pinta, Nina, dan Maria. Tiga kapal yang pada mulanya ditujukan menuju India. Tapi toh Tuhan punya rencana. Akhirnya Columbus malah terdampar di Amerika. Begitu juga dengan saya.

Setelah lulus kuliah pada 2011, saya ngacung di Jakarta. Menjadi buruh disalah satu perusahaan iklan asing. Kerjaan saya boleh dibilang gampang-gampang susah, bagaimana cara ngabisin duit klien dengan alasan yang keren: membangun world class brand. Tugas saya membuat rekomendasi media strategy dan membeli space media dengan uang mereka.

Brand2 yang pernah saya tangani kebetulan perusahaan multiinasional semua. Mulai dari shampoo punya Raisa yang jadi sponsor Indonesian Idol, oli dari perusahaan minyak Inggris yang nyeponsorin World Cup di Brazil, badan pariwisata Hongkong, mie Instant asli Indonesia yang menjadi jawara di Afrika dan Timur Tengah, dan LCC Airlines dari Malaysia yang menang Skytrax awards 5x berturut-turut.

Kalau dipikir-pikir, saya bisa berangkat umroh karena Tuhan memberi jalan lewat klien saya ini. Koq bisa?

Booking ke Nepal

Mumpung masih bujang, saya suka traveling. Ingin sekali melihat dunia. Sebulan sekali pasti jalan. Kalau keluar negeri sekitar 3 sampai 4x setahun. Baik karena urusan kantor atau backpackeran. Nah hobby ini bisa sukses terlaksana karena klien saya adalah AirAsia.

Mereka kan the best LCC yang rajin banget ngadain promo. Beberapa kali dalam setahun, mereka akan mengadakan free seat dan diskon gede-gedean untuk forward booking (booking keberangkatan beberapa bulan kedepan). Keuntungan jadi planner brand adalah saya bisa tahu “secret information” terlebih dahulu. Sebelum iklan naik dan promo dibuka, saya sudah tahu rute-rute promonya. Berapa harganya. Dan berapa jumlah slotnya.

Contoh promo Karnaval dengan harga mulai dari nol rupiah. Bener2 nol kalau Anda tahu cara nyari-nya🙂

Jadi bisa ditebak: malam-malam sebelum promo saya udah siap mantengin komputer, biar dapat tiket termurah. Bawa dupa dan kemenyan biar sukses, dan ga lupa jagain lilin jangan sampai mati. Oke saya memang lebay untuk paragpraph ini.

Sekitar bulan April 2013, mereka mengadakan promo gede-gedean lagi. Big sale kursi gratis untuk terbang sampai tahun depan. Kenapa mereka bisa mengadakan ini? Simple aja. Target keterisian pesawat kan ga 100%, nah ada sisa kursi yang sebenarnya bisa diberikan Cuma-cuma. Jatah kursi inilah yang dipromosikan sampai nol rupiah. Yang dipromosikan juga bukan weekend atau peak season. Rasanya pingin ngebacok kalo ada teman yang tanya: “Ada promo tiket lebaran ga?”.

Awalnya saya bermimpi pergi ke Nepal. Gara-gara abis baca Titik Nol-nya Agustinus Wibowo. Dengan sukses ia menggambarkan Nepal sebagai surga backpacker. Tanah dewa yang dingin. Disertai keindahan alam, keagungan himalaya, dan kekayaan budaya membuat semua penjelajah dunia ingin menjejakkan kaki kesana. Ngebayangin bisa jalan kaki bareng biksu dan Sherpa menyusuri kaki himalaya pasti 27x lebih keren daripada nge-date bareng Raisa di mall.

Buku wajib baca bagi mereka yang mengaku sebagai “pejalan”

Saya masih ingat malam itu malam Senin. Setelah cek harga dan jadwal, saya dapat 1 juta untuk ke Nepal!. Fly thru via Kuala Lumpur. Tiket sudah dibooking. Tinggal cari tiket balik dari Kathmandu. Mau langsung balik via KL lagi atau mbolang ke Myanmar dulu?

Tidak Tahu

Sambil cari-cari info penerbangan balik, tiba-tiba kepikiran:

“Jauh-jauh melihat Himalaya tapi belum pernah melihat Ka’bah?” Bah.. buat apa lah!.

Iseng-iseng saya mencari flight ke Arab Saudi. Sudah bisa fly thru di KL. Ga perlu booking dua kali. Setelah searching2, wah dapat 6 juta pulang pergi! Tanpa pikir lagi, langsung saya booking, dan segera bayar. Good bye Nepal. Namaste-nya tahun depan aja ya!

Setelah confirmed. Saya senang sekali. Terbayang ka’bah didepan mata. Padahal urusan saya masih panjang. Kala itu saya benar-benar tidak tahu.

Saya tidak tahu kalau memiliki tiket belum berarti menjamin keberangkatan Anda.

Saya tidak tahu kalau visa Saudi tidak bisa di-apply lewat kedutaan.

Saya tidak tahu kalau kita harus mengurus lewat travel agent.

Saya tidak tahu kalau travel agent tidak menerima solo backpacker.

Tapi saya tahu: jika Tuhan mengijinkan, tidak ada yang tak mungkin untuk dilakukan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: